Перейти к содержимому

TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 210 Davina Kaget Bertemu Rian KW

SENADA Sena Davina

0:00 / 0:00

TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 210 Davina Kaget Bertemu Rian KW

14 279 просмотров · 15 ч назад
SENADA Sena Davina
6,09 тыс. подписчиков
14 279 просмотров · 15 ч назад
TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 210 Davina Kaget Bertemu Rian KW. Suasana ruang makan mendadak terasa pengap ketika Reza dan Jihan duduk berdua di tengah kesunyian malam, membiarkan ketegangan menggantung di udara tanpa ada yang mencairkan kebekuan. Reza memecah keheningan dengan tatapan menyelidik, melemparkan pertanyaan tajam tentang kedekatan hubungan antara Dipa dan sang kepala keluarga, "Dipa dekat nggak sama papanya mbak?" Jihan sontak menoleh dengan alis bertaut, merasa risih dan curiga atas rasa penasaran yang terus-menerus dilontarkan sejak tadi, lalu balas menyemprot, "Kenapa nanyain mulu sih dari tadi?" Tidak berhenti di situ, Jihan mencoba menebak arah permainan licik di kepala lawan bicaranya dengan nada sinis, "Target kamu berikutnya itu papa arman ya?" Di ruang makan yang berbeda namun menyimpan ketegangan yang sama, Davina duduk termenung hingga tanpa sengaja menjatuhkan garpu peraknya ke lantai, menciptakan dentingan nyaring yang memecah konsentrasi. Sosok Brian tiba-tiba muncul dari bayang-bayang dengan langkah tenang, bergerak cepat mengambil garpu yang jatuh tersebut sebelum menyerahkannya kembali ke tangan Davina. Saat menerima benda itu, tubuh Davina seketika menegang dan napasnya tertahan karena pria di hadapannya memiliki kemiripan yang teramat sangat dengan Rian. Sambil mematung menatap sosok tersebut, Davina bergumam dalam debar dada yang tak karuan, "Jaketnya wajahnya posturnya juga rian." Di sudut ruangan yang sama, Daniel selaku anak buah Pak Henry tampak mengawasi gerak-gerik mereka dengan tatapan tajam penuh perhitungan. Sementara itu, di ruangan lain, Pak Arman melotot penuh amarah sambil melayangkan ultimatum keras kepada Gilang tanpa memberi ruang tawar, menegaskan bahwa situasi ini sudah berada di ambang batas toleransi, "Gimana soal Brian masalah ini harus selesai malam ini juga." Tekanan demi tekanan kian menghimpit ketika Pak Henry, Bu Vero, dan Sena duduk bertiga merembukkan situasi yang semakin tak terkendali. Pak Henry membuka percakapan dengan nada berat, memperingatkan pergerakan senyap yang sedang terjadi, "Brian sekarang sedang mencoba menemui rama itu." Tanpa pikir panjang dan didorong rasa tanggung jawab yang besar, Sena langsung merespons cepat seraya bangkit dari duduknya, "Ketemu di mana pa biar Aku ke sana bantuin." Di dalam mobil yang terparkir di tengah temaram lampu jalan, Gilang memegang ponselnya dengan gelisah dan menelepon target buruannya, mengatur siasat akhir dengan instruksi tegas, "Ya udah kita ketemu di taman cendrawasih 7.00 malam." Panggilan itu diterima dengan tenang oleh Brian di ujung sambungan, namun ia sama sekali tidak menyadari bahwa di sampingnya Daniel, asisten kepercayaan Pak Henry, sudah berdiri mengawasi gerak-geriknya dengan cermat. Tanpa buang waktu, mereka berdua langsung bergerak serempak menyusuri malam untuk menemui Gilang di titik temu yang telah ditentukan, siap menghadapi konfrontasi yang akan mengubah segalanya. #terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji