Перейти к содержимому

Situs Bongal, Bukti Nusantara Pusat Dagang Maritim Kosmopolitan Abad 7-10 M?

KEMENBUD и Kanal Indonesiana TV

0:00 / 0:00

Situs Bongal, Bukti Nusantara Pusat Dagang Maritim Kosmopolitan Abad 7-10 M?

5 715 просмотров · 1 месяц назад
KEMENBUD и Kanal Indonesiana TV
5 715 просмотров · 1 месяц назад
Bagi sebagian kalangan, wilayah yang dinamakan Bongal dan Barus mungkin baru mulai terdengar akrab dalam beberapa tahun belakangan ini saja. Itu setelah ditemukannya sejumlah artefak dan data arkeologis yang mencengangkan di Bongal, kawasan yang terletak di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sejak tahun 2001 lalu. Berbagai temuan selanjutnya menunjukkan bahwa daerah di pantai barat Sumatera tersebut ternyata tidak hanya berusia tua (dari abad ke-7 hingga ke-10 M) namun juga terbukti memiliki nilai penting dalam sejarah Nusantara. Bahkan, sebenarnya, nama Barus sudah disebut oleh sarjana geografi Yunani kuno, Claudius Ptolomeus, dalam bukunya pada abad ke-2 M. Nah, selain temuan berupa koin-koin emas dari era Kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, serta pecahan keramik dari masa Dinasti Tang di Cina, apa saja lagi fakta-fakta arkeologis hasil ekskavasi di situs Bongal sejauh ini? Arkeolog senior Dr. Ery Soedewo, dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan - BRIN, menguraikan berbagai hasil penelitian di situs yang boleh jadi akan mengungkap banyak fakta baru sejarah perdagangan di Nusantara pada masa silam, yakni periode yang mendahului Majapahit itu. Simak analisis Pak Ery, dalam episode terbaru ini, bersama Ahmad Sudirwan (Host)