Kenapa Hidup Slow Living di Desa Malah Bikin Tambah Stress?
Fauzan Mario
0:00 / 0:00
Kenapa Hidup Slow Living di Desa Malah Bikin Tambah Stress?
60 350 просмотров · 2 дн. назад
Fauzan Mario
62,9 тыс. подписчиков
60 350 просмотров · 2 дн. назад
Katanya hidup slow living di desa itu enak. Tetangga saling bantu, gotong royong masih kuat, dan biaya hidup lebih murah.
Tapi coba hitung lagi. Kalo kalian sekarang tinggal di desa/kampung, berapa kali dalam setahun kita harus keluar uang untuk hajatan, iuran, sumbangan, dan berbagai kegiatan warga?
Dan itu gak kecil pak, apalagi kalo lu pindahan dari kota kayak jakarta gitu, bisa jadi rumah lu penuh proposal karena lu dianggep mampu.
Biaya hidupnya emang murah, tapi biaya untuk diterima di masyarakatnya?
Di video sebelumnya gue udah bahas ghibah dan batas privasi di desa. Sekarang gue mau bahas bagian yang lebih menyebalkan lagi yaitu: ongkos sosialnya. Hajatan, iuran, amplop yang awalnya ikhlas, lama-lama harus pantas.
———
Idealnya,, amplop hajatan itu sumbangan, dan namanya sumbangan, harusnya sekhlasnya. Tapi secara praktik, di banyak tempat, sumbangan itu rasanya kaya lebih ke, piutang.
Jadi sumbangan dicatat, siapa nyumbang berapa, di list dengan detail, dan akan nanti dibalas dengan nilai yang sebanding waktu si penyumbang gantian punya hajat. Dan ini terjadi di banyak desa di Pulau jawa.
Keliatannya gak ada masalah, fine2 aja toh namanya bantu orang. Tapi masalah akan terjadi ketika si miskin disumbang oleh si kaya, dan nantinya si miskin punya tekanan untuk harus mengembalikan sumbangan ke si kaya dengan nominal yang sama.
Yang awalnya dari tolong-menolong, lama-lama jadi balas-budi yang dihitung, yang mereka sebut utang-piutang sosial.
Dan bahkan di beberapa tempat, kalaupun yang punya hajat sudah meninggal, buwuhan atau sumbangannya tetap harus dikembalikan karena dianggap utang.
Dari sini gue ngerti kenapa keluarga pas-pasan bisa mendadak kaya pas hajatan. Karena mereka bukan tiba-tiba punya uang. Mereka lagi mencairkan piutang sosial yang dicicil bertahun-tahun lewat amplop. Kalau hasilnya gak nutup biaya, sisanya ditutup utang beneran.
Dan ini yang bikin keluar dari sistem ini tu mahal. Karena ketika lu berhenti ngasih amplop. Artinya Lu menghapus semua yang pernah lu setor.