Перейти к содержимому

Menghancurkan Pesta Pernikahan Kedua Suamiku—story by Senja Bercerita

Senja Bercerita

0:00 / 0:00

Menghancurkan Pesta Pernikahan Kedua Suamiku—story by Senja Bercerita

17 330 просмотров · 9 ч назад
Senja Bercerita
1,79 тыс. подписчиков
17 330 просмотров · 9 ч назад
Komandan polisi berpakaian preman melangkah maju, mengeluarkan lencana dan selembar surat perintah penangkapan. "Saudara Raka Aditya dan Saudari Siska Maharani, Anda berdua ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan berencana, penggelapan dana perusahaan, dan perzinaan. Saudari Tari dan Saudari Nisa, Anda juga diamankan untuk pemeriksaan sebagai kaki tangan persekongkolan kejahatan ini. Anda berhak untuk diam, segala yang Anda ucapkan dapat digunakan melawan Anda di pengadilan." Bunyi logam borgol yang saling beradu terdengar begitu merdu di telingaku. Borgol dingin itu mengunci pergelangan tangan Raka dan Siska yang seharusnya dipasangi cincin kawin. Wajah tampan suamiku kini basah oleh air mata ketakutan dan penyesalan yang terlambat. Ia diseret oleh dua orang polisi, kakinya terseret tanah, harga dirinya hancur lebur di hadapan seluruh warga desanya sendiri. "Alina! Maafkan aku, Lin! Aku khilaf! Siska yang meracuni otakku! Tolong aku, Alina! Aku suamimu!" Raka meronta, menangis seperti anak kecil yang kehilangan arah. "Alina, ampun, Lin! Aku cuma disuruh Raka! Aku dijebak! Tolong jangan penjarakan aku!" Siska tak kalah histeris, riasan mahalnya luntur oleh air mata dan keringat, kebayanya robek tertarik saat ia memberontak dari pegangan polwan. Aku berjalan mendekati mereka berdua yang kini berlutut di tanah dengan tangan terborgol. Aku berjongkok sedikit, menatap kedua manusia iblis itu dengan senyum paling manis yang pernah kubuat. "Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari pengkhianatan?" bisikku tepat di depan wajah mereka. "Bukan karena kalian menusukku dari belakang. Tapi karena saat aku berbalik, kulihat orang-orang yang paling kucintai yang memegang pisaunya." Aku berdiri kembali, membenarkan kacamata hitamku. "Selamat menempuh hidup baru di penjara, Mas Raka, Siska. Jangan khawatir, aku akan memastikan pengacaraku bekerja maksimal agar kalian membusuk di sel tikus selamanya. Dan untuk gugatan cerai, suratnya sudah ada di meja kantormu yang kini telah disita. Seluruh hartaku telah kublokir, kalian berdua jatuh miskin terhitung sejak detik ini." Tanpa mempedulikan lolongan putus asa Raka, jeritan histeris Siska, dan isak tangis keluarga benalu itu, aku berbalik dan melangkah pergi dari tenda. Meninggalkan pesta pernikahan mewah yang kini berubah menjadi tempat kejadian perkara. Meninggalkan masa laluku yang penuh kebohongan. Angin desa yang segar menerpa wajahku. Dadaku terasa begitu lapang. Racun itu mungkin sempat melemahkan tubuhku, tetapi pengkhianatan mereka telah menguatkan jiwaku menjadi baja. Hari ini, aku tidak hanya menghancurkan pesta pernikahan kedua suamiku; aku menghancurkan mereka sehancur-hancurnya, dan aku lahir kembali sebagai wanita merdeka yang tak akan pernah bisa dihancurkan oleh siapa pun lagi. 🍂🍂🍂 Jangan lupa like dan subscribe channel ini supaya aku makin semangat bikin cerita selanjutnya, ya.... Terimakasih❤️ #cerita #novel #pov #sedih #viral #viralvideo