Перейти к содержимому

Pulkam Manado-Majene (perjalanan dimulai dari palu menuju Majene

erwin polapa

0:00 / 0:00

Pulkam Manado-Majene (perjalanan dimulai dari palu menuju Majene

145 просмотров · 9 дней назад
erwin polapa
5 подписчиков
145 просмотров · 9 дней назад
Perjalanan pulang kampung Manado-Majene dimulai hari kedua dari Palu, membawa sebuah keluarga kecil yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak mereka. Bagasi mobil pribadi sudah sarat dengan oleh-oleh, beriringan dengan tawa riang anak-anak di kursi belakang yang tak sabar ingin menjumpai kakek dan nenek. Begitu roda mobil mulai berputar meninggalkan Kota Palu, sang Ayah dengan sigap mengendalikan kemudi, sementara sang Ibu sibuk mengatur camilan dan memutar musik favorit keluarga untuk mencairkan suasana di dalam kabin. Jalur Trans-Sulawesi menyambut petualangan mereka dengan aspalnya yang meliuk-liuk membelah wilayah Donggala. Di balik jendela mobil, kedua buah hati mereka sesekali menempelkan wajah ke kaca, terkesima melihat perbukitan hijau dan garis pantai biru jernih yang berkejaran. Perjalanan dengan mobil pribadi ini memberikan kebebasan penuh bagi keluarga kecil ini untuk menepi sejenak saat anak-anak mulai jenuh; entah itu untuk sekadar meluruskan kaki, menikmati segarnya kelapa muda di pinggir jalan, atau berfoto bersama dengan latar belakang Selat Makassar yang berkilauan. Memasuki perbatasan Sulawesi Barat di Pasangkayu, pemandangan berganti menjadi hamparan perkebunan kelapa sawit yang luas menyejukkan mata. Sang Ibu dengan telaten menemani anak-anak yang mulai mengantuk, sementara sang Ayah tetap fokus menembus jalanan Mamuju Tengah hingga melintasi pusat Kota Mamuju. Di jalur tebing yang menanjak dan berkelok tajam setelah kota Mamuju, suasana kabin sedikit lebih tenang. Anak-anak tertidur pulas dalam dekapan Ibu, sementara Ayah dan Ibu saling bertukar cerita ringan untuk mengusir kantuk, ditemani pemandangan lanskap laut lepas dari ketinggian tebing yang begitu magis. Ketika roda mobil mulai memasuki gerbang Kota Majene, anak-anak terbangun dengan mata berbinar melihat deretan perahu sandeq yang bersandar rapi di pesisir pantai. Rasa lelah berkendara selama belasan jam seketika sirna digantikan oleh kehangatan udara tanah Mandar. Mobil pribadi itu akhirnya melambat dan memasuki pekarangan rumah masa kecil, disambut lambaian tangan rindu dari keluarga besar. Perjalanan dari Palu ke Majene ini bukan lagi sekadar pulang kampung, melainkan sebuah petualangan keluarga yang mengukir memori indah tak terlupakan bagi kedua buah hati mereka.