Перейти к содержимому

Pertunjukan Randai Bajodan

Sanggar seni Kubang raok

0:00 / 0:00

Pertunjukan Randai Bajodan

216 просмотров · 7 дн. назад
Sanggar seni Kubang raok
3 подписчика
216 просмотров · 7 дн. назад
Randai Bajodan merupakan sebuah seni pertunjukan yang terinspirasi dari Tradisi Bajodan. Bajodan adalah tradisi adat pra-pernikahan dari Nagari Dilam, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Namanya berasal dari kata "bajodohan" yang dalam dialek setempat dilafalkan menjadi "bajodan". Sekitar tiga hari sebelum hari puncak pernikahan, ibu-ibu berkumpul menumbuk beras di lesung dari pagi sampai malam. Tepung hasil tumbukan itu kemudian dibentuk menjadi hiasan bunga inai yang diarak saat pesta. Sambil menumbuk, mereka berbalas pantun dan berdendang bersama, ditutup sahutan "Ondeh Tuan" dari semua yang hadir. Dahulu, nyanyian ini bukan sekadar hiburan, tapi juga penghilang lelah dan rasa takut saat bekerja malam hari di permukiman yang masih sepi dan dekat hutan. Tradisi Bajodan tidak hanya mengandung unsur hiburan, tetapi juga semangat gotong royong dan kesatuan sosial masyarakat Minangkabau. Saat sekarang ini, tradisi tersebut mulai jarang dilakukan karena berbagai faktor dan budaya gotong royong pun ikut memudar. Tim pengabdian dari Institut Seni Indonesia Padangpanjang yang terdiri dari Septriani, M.A., Firdaus S.St., M.Pd., dan Edi Satria, S.Sn., M.Sn. melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kemdiktisaintek tahun 2026 melakukan upaya pelestarian Tradisi Bajodan dalam bentuk pertunjukan seni Randai Bajodan dengan menggandeng Sanggar Kubang Raok Solok sebagai mitra. Randai Bajodan mengangkat kisah bajodan jo bungo inai dengan tiga legaran, dilengkapi juga dengan iringan musik dan dendang.