Перейти к содержимому

NGAJI HADITS: SUMBER MAKANAN TERBAIK(Kitab Riyadus Sholihin)

Masjid Al-Isti'dad

0:00 / 0:00

NGAJI HADITS: SUMBER MAKANAN TERBAIK(Kitab Riyadus Sholihin)

16 просмотров · Трансляция закончилась 2 недели назад
Masjid Al-Isti'dad
149 подписчиков
16 просмотров · Трансляция закончилась 2 недели назад
NGAJI HADITS: SUMBER MAKANAN TERBAIK (Kitab Riyadus Sholihin, diasuh Ustadz Drs Syamsul Arifin M.Ag) Midqam bin Maqdim meriwayatkan bahwa Rosulullah bersabda “Tidak ada sesuatu yang dimakan oleh seseorang yang lebih baik dari hasil usaha tangannya dan sesungguhnya Nabi Daud juga makan dari hasil usaha tangannya”. (HR: Imam Bukhori) Keterangan Makanan terbaik adalah makanan yang diperoleh dari hasil usahanya sendiri dalam mencari nafkah. Nabi Daud adalah teladan yang bisa kita teladani, di mana beliau walaupun seorang Nabi tetap mencari rizki dari tangannya sendiri. Berikut adalah hikmah yang bisa dipetik dari hadits ini. 1. Seorang suami mempunyai kewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan mencari nafkah yang halal dan baik. Usaha yang dilakukan oleh seorang suami untuk memenuhi kewajiban mencari nafkah demi keluarga mendapatkan pahala yang besar, terlepas dari apakah pekerjaan yang dilakukan adalah ringan ataupun berat, mudah ataupun sulit. Seorang istri tidak mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah keluarga. Tetapi apabila seorang istri dibolehkan oleh suami untuk bekerja dan ikhlas melakukannya maka pahala yang diperoleh adalah sangat besar. 2. Berusaha memenuhi kebutuhan diri dan keluarga dengan usaha sendiri adalah sebuah keutamaan, kemuliaan, perbuatan terhormat. Agama Islam mewajibkan seorang suami untuk mencari nafkah demi keluarganya. Secara sosial, seorang suami yang mencari nafkah demi keluarganya akan dihargai dan dihormati oleh keluarganya dan masyarakat. Apabila semua umat Islam mau berusaha secara maksimal dan dibekali dengan ilmu pengetahuan yang memadai maka Islam akan menjadi hebat. Oleh karena itu, Islam mengajarkan untuk selalu belajar agar mendapatkan ilmu umum dan ilmu agama yang dibutuhkan. Orangtua juga akan merasa senang apabila melihat anak-anaknya giat bekerja. Namun demikian yang jangan dilupakan adalah waktu untuk beribadah kepada Allah, ada waktu untuk mencari nafkah, beribadah dan beristirahat. Ini adalah hal terbaik yang diinginkan semua orang, sehingga kita dianjurkan untuk selalu berdoa Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar. "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." 3. Mencari nafkah bisa menjaga kehormatan dan harga diri. Kita harus menanamkan pada diri dan keluarga bahwa apapun pekerjaannya asalkan halal adalah baik. Bisa jadi orang yang berjualan mendapatkan uang lebih sedikit daripada pengemis, namun demikian pedagang lebih dihargai, sehingga mampu menjaga harga diri dan kehormatannya. Ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan rizki dari tangannya sendiri seperti menjadi guru, pedagang, dokter, petani, nelayan content creator dan sebagainya. Para Nabi dan Rasul juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. • Nabi Adam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertani. • Nabi Muhammad adalah penggembala kambing dan pedagang yang piawai • Nabi Nuh memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai tukang kayu • Nabi Daud memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai pandai besi Ayo Tiap hari ngaji kitap kuning di: https://chat.whatsapp.com/E1AkiLRnvFG... Simak Vidio nya di: https://www.youtube.com/live/digDcBzVwFs Diisi oleh Pengasuh Top Ustadz dari UIN Malang: Dr. KH Isroqunnajah, Prof. Roibin, Dr Syamsul Arifin, Dr Syuhada, Dr Mustofa Bisri, Dr Saiful Mustofa, Gus Najib, Ustadz Alimuddin, KH Dr. Sutaman, Ustadz Zainal Arifin, Ustadz Dr. Abdullah Zainur Rauf M.Hi dan lain-lain 260828. Kitab RIYADUS SHOLIHIN, Pengarang IMAM NAWAWI diasuh Drs. SYAMSUL ARIFIN M.Ag. Masjid Jami’ AL ISTI’DAD, Jl. Joyo Suryo No. 635 Merjosari-Malang, Jawa Timur, Indonesia. Silahkan DI SHARE. Pertanyaan/konsultasi ke beliau: 0857-8566-9933 / 0852 33 1111 74.