Banjir Bandang Hantam Lembah Anai Sejak Zaman Belanda
INTERES
0:00 / 0:00
Banjir Bandang Hantam Lembah Anai Sejak Zaman Belanda
1 596 просмотров · 2 г. назад
INTERES
8,06 тыс. подписчиков
1 596 просмотров · 2 г. назад
#interest #history #bencana
Banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi 11 Mei 2024, meluluhlantakkan sejumlah daerah di Sumatera Barat, yaitu Tanah Datar, Agam dan Padang Panjang. Tak hanya menimbulkan korban jiwa, akses transportasi utama dari Padang menuju Padang Panjang, Bukittinggi di kawasan Lembah Anai putus total.
Sejarah mencatat, bencana di Lembah Anai sudah terjadi sejak zaman kolonial Belanda, pada 1894 dan 1904. Pada Desember 1892, banjir bandang menerjang jembatan kereta api di Lembah Anai, hingga ambruk.
Bataviaasch Nieuwsblad pada 8 Januari 1893 menulis, bencana terjadi pada malam natal setelah hujan tanpa henti selama delapan jam, pada 23 Desember sampai 25 Desember 1892. Tak hanya jembatan kereta api, rel dan rumah-rumah di kawasan itu hancur. Butuh waktu berbulan bulan dengan biaya perbaikan setengah juta gulden untuk memperbaiki kerusakan itu.
12 tahun kemudian, tepatnya 7 Januari 1904, galodo atau banjir bandang kembali menerjang Lembah Anai. Kali ini lebih parah dari sebelumnya. Dampaknya, lalu lintas kereta api terganggu selama enam dua bulan. Sehingga pengiriman batu bara ke pelabuhan Emmahaven atau Pelabuhan Teluk Bayur digantikan sementara dengan Pedati atau gerobak kerbau.
Sumber Foto : KITLV (Perpustakaan Universitas Leiden)