Tari Gending Sriwijaya Oleh Siswi SMAN 4 Pagaralam Sumatera Selatan.
Zahira Najwa Hendro
0:00 / 0:00
Tari Gending Sriwijaya Oleh Siswi SMAN 4 Pagaralam Sumatera Selatan.
61 774 просмотра · 5 л. назад
Zahira Najwa Hendro
1,63 тыс. подписчиков
61 774 просмотра · 5 л. назад
Gending Sriwijaya adalah lagu dan tarian tradisional masyarakat Provinsi Sumatera Selatan. tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah barat Nusantara. Lirik lagu ini juga menggambarkan kerinduan seseorang akan zaman di mana pada saat itu Sriwijaya pernah menjadi pusat studi agama Buddha di dunia.
Tarian ini digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang berkunjung ke daerah tersebut, seperti kepala negara Republik Indonesia, menteri kabinet, kepala negara/pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang dianggap setara dengan itu dan lainya.
Untuk menyambut para tamu agung itu digelar suatu tarian tradisional yang salah satunya Gending Sriwijaya. Tarian ini konon berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa.
Kini, Tari Gending Sriwijaya tidak hanya untuk menyambut tamu istimewa. Tarian ini sekarang kadang dibawakan pada saat acara adat, seperti halnya pernikahan maupun acara-acara masyarakat setempat lainnya di Provinsi Sumatera Selatan.
Tarian Gending Sriwijaya digelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak.
Dalam bentuk aslinya musik pengiring ini terdiri dari gamelan dan gong. Sedangkan, peran pengawal kadang-kadang ditiadakan, terutama apabila tarian itu dipertunjukkan dalam gedung atau panggung tertutup.
paling depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk dipersembahkan kepada tamu istimewa yang
datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan.
Persembahan Sekapur Sirih ini menurut aslinya hanya dilakukan oleh putri raja, sultan, atau bangsawan. Pembawa pridon biasanya sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri. Demikianlah pula penari-penari lainnya. (as/ip)