Shalat subuh dan ceramah subuh di masjid attaqwa, hikmah kematian
Ustadz abi Channel
0:00 / 0:00
Shalat subuh dan ceramah subuh di masjid attaqwa, hikmah kematian
40 просмотров · 10 дн. назад
Ustadz abi Channel
2,08 тыс. подписчиков
40 просмотров · 10 дн. назад
Shalat subuh dan ceramah subuh di masjid attaqwa, hikmah kematian
Jamaah shalat Subuh yang dirahmati Allah,
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Segala puji bagi Allah yang pagi ini masih memberi kita kesempatan untuk bangun, berwudhu, dan berdiri bersama dalam shalat Subuh berjamaah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah sekalian, pagi ini kita merenungkan sebuah kalimat hikmah yang singkat tetapi sangat dalam:
الْمَوْتُ بَابٌ، وَكُلُّ النَّاسِ دَاخِلُهُ.
“Kematian adalah sebuah pintu, dan semua manusia akan memasukinya.”
I. Kematian Adalah Sebuah Pintu
Renungan:
1. Ketika kematian mengetuk dan memintamu untuk masuk, maka engkau tidak pernah bisa menolaknya walau semenit. Maka persiapkanlah pertemuan dengannya.
2. Kematian adalah air, yang mana setiap orang akan mereguknya, suka atau tidak.
3. Setiap manusia sedang berjalan menuju gerbang kematian. Yang membedakan adalah apa yang sudah kita persiapkan untuk hidup setelah mati?
4. Kematian bukanlah akhir perjalanan, tetapi ia awal kehidupan hakiki dimulai.
5. Ada ungkapan yang sangat indah:
الْمَوْتُ بَابٌ، وَكُلُّ النَّاسِ دَاخِلُهُ، وَالْقَبْرُ بَابٌ، وَكُلُّ النَّاسِ سَاكِنُهُ، وَالْقِيَامَةُ مَوْعِدٌ، وَكُلُّ النَّاسِ شَاهِدُهُ.
“Kematian adalah sebuah pintu dan semua manusia akan memasukinya. Kubur adalah tempat tinggal dan semua manusia akan menempatinya. Hari Kiamat adalah sebuah janji dan semua manusia akan menyaksikannya.”
II. Kematian Bukanlah Perpisahan
لَيْسَ الْمَوْتُ فِرَاقًا، إِنَّمَا الْفِرَاقُ أَنْ يَكُونَ أَحَدُنَا فِي الْجَنَّةِ، وَالْآخَرُ فِي النَّارِ.
“Kematian bukanlah perpisahan. Sesungguhnya perpisahan yang sebenarnya adalah ketika salah seorang di antara kita berada di surga, sedangkan yang lainnya berada di neraka.”
Renungan:
1. Kematian memang memisahkan kita dengan orang-orang yang kita cintai, namun bagi mereka yang beriman dan beramal shalih itu hanya perpisahan sementara, karena kelak mereka akan dikumpulkan di alam barzakh dan di surga-Nya yang seluas langit dan bumi.
2. Perpisahan yang paling menyedihkan dan menyakitkan adalah ketika kita wafat dan tempat kita, antara suami dan istri serta anak-anak, berbeda.
3. Maka mencintai keluarga bukan hanya sekadar memberi mereka nafkah, tetapi mengajak mereka beriman dan beramal shalih agar bisa terus bersama di dunia dan di surga-Nya.
4. Allah berfirman:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath-Thur: 21)
Syaikh As-Sa‘di berkata tentang ayat ini:
“Inilah di antara penyempurna kenikmatan penduduk surga, yakni Allah mempertemukan mereka dengan keturunan mereka yang seiman. Mereka dipertemukan karena keimanan dari ayah-ayah mereka, sehingga keturunan mereka menjadi pengikut ayah-ayah mereka karena keimanan.”
5. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله memberikan nasihat yang sangat dalam:
اسْتَكْثِرُوا مِنَ الْإِخْوَانِ، فَإِنَّ لِلْمُؤْمِنِ شَفَاعَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Perbanyaklah saudara (dalam kebaikan), karena seorang mukmin memiliki syafaat pada hari kiamat.”
Artinya, persaudaraan orang yang beriman tidak berhenti dengan tercabutnya ruh dari jasad ini. Maka perbanyaklah teman-teman yang baik, karena mereka akan menjadi saksi dan menolongmu di akhirat. Itulah persahabatan yang sebenarnya.
III. Sebabnya Banyak, Kematian Hanya Satu
مَنْ لَمْ يَمُتْ بِالسَّيْفِ مَاتَ بِغَيْرِهِ، تَعَدَّدَتِ الْأَسْبَابُ وَالْمَوْتُ وَاحِدٌ.
“Barang siapa tidak mati karena pedang, ia akan mati karena sebab yang lain. Sebab-sebab kematian itu banyak, tetapi kematian hanya satu.”
Renungan:
1. Kematian itu satu, yaitu pindahnya ruh ke alam barzakh, walau sebabnya bermacam-macam. Ada yang mati karena tua, ada yang meninggal karena sakit, dan ada juga yang karena kecelakaan.
2. Kata hikmah ini mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak pernah bisa menghindar dari kematian, walau kita berada di benteng yang kokoh. Allah ﷻ berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ