Перейти к содержимому

Sejarah Kota Rantau: Dari Pos Perang 1861 sampai Kota Seribu Datu

Membahas Semua

0:00 / 0:00

Sejarah Kota Rantau: Dari Pos Perang 1861 sampai Kota Seribu Datu

238 просмотров · 1 дн. назад
Membahas Semua
178 подписчиков
238 просмотров · 1 дн. назад
Tahun 1861, catatan perang Belanda menyebut sebuah pos kecil di tepi Sungai Tapin yang dua kali diserbu pejuang. Nama pos itu: Rantau. Video ini permintaan tiga teman di kolom komentar TikTok, YouTube, dan Instagram, jadi kita jawab tiga pertanyaan sekaligus: dari mana Rantau berasal, apa arti Bastari, dan benarkah ada seribu datu. Pertanyaan pertama membawa kita ke Banua Ampat, kampung-kampung tua di tepi Sungai Tapin, dan ke dua versi asal-usul Rantau: jalan darat Belanda tahun 1863, atau catatan perwira van Rees yang sudah menulis "Koepang, Rantau en Benoea Alat" pada Januari 1860. Lalu Perang Banjar: gerakan Datu Aling dari Muning, benteng di bukit Munggu Tayur, dan pos Rantau yang diserang pada Februari dan April 1861. Ensiklopedia Belanda 1919 mencatat Rantau sebagai pusat onderafdeling, dan pada 30 November 1965 Rantau resmi menjadi ibu kota Kabupaten Tapin. Bastari ternyata singkatan tujuh kata, dan "seribu datu" adalah kiasan untuk daerah yang paling banyak menjadi tempat makam para datu di Kalimantan Selatan. ⏱️ BAB 0:00 Pembuka: tiga komentar, tiga pertanyaan 0:31 Pertanyaan 1 · Kampung di tepi Tapin 1:38 1859–1861 · Pos di tepi Tapin 2:50 1919–1965 · Dari pos jadi ibu kota 3:51 Pertanyaan 2 · Tujuh huruf Bastari 4:41 Pertanyaan 3 · Seribu datu? 5:47 Penutup: tiga jawaban 💬 Urang Tapin, menurut pian Rantau lebih cocok dijuluki Kota Bastari atau Kota Seribu Datu? Tulis di komentar, dan sebutkan datu yang paling sering diziarahi keluarga pian. 🔔 Subscribe Membahas Semua, lalu tulis pertanyaan tentang kampung pian di komentar. Pertanyaan berikutnya bisa jadi video seperti ini. 📚 Sumber & bacaan lanjut • W.A. van Rees, De Bandjermasinsche krijg van 1859–1863, deel 1 (1865), hlm. 123–128 & 138 — https://archive.org/details/debandjer... • W.A. van Rees, deel 2 (1865), hlm. 3–4 & 31–32 — https://archive.org/details/debandjer... • Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië deel 3 (1919), hlm. 542, entri "Rantau" — https://archive.org/details/encyclopa... • Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië deel 2 (1918), entri "Margasari" — https://archive.org/details/encyclopa... • Sejarah nama Tapin & Rantau, Banua Ampat, Masjid Banua Halat (UIN Antasari): https://idr.uin-antasari.ac.id/25432/... • Kawedanan Tapin & pembentukan kabupaten 1958–1965 (UIN Antasari): https://idr.uin-antasari.ac.id/16898/... • Kabupaten Tapin — Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupat... • Rantau (kota) — Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Rantau_...) • Gerakan Muning (Datu Aling) — tirto.id: https://tirto.id/sejarah-perang-banja... • Ruhui Rahayu & Abdul Wahab Sjahranie — kaltimkece.id: https://kaltimkece.id/historia/kisah-... • PT Air Minum Bastari Tapin Maju — Banjarmasin Post (2026): https://banjarmasin.tribunnews.com/ka... • Datu-datu di Tapin (Zulfaisal Putera, Kompasiana 2017): https://www.kompasiana.com/zulfaisalp... • Makam Datu Sanggul — Indonesia.travel: https://www.indonesia.travel/us/en/mu... • Desa Tatakan (UIN Antasari): https://idr.uin-antasari.ac.id/27507/... • Makam Datu Nuraya (iNews, 2023): https://www.inews.id/regional/kalsel/... 🖼️ Bukti arsip (domain publik, Internet Archive) • van Rees deel 1 (1865), hlm. 123: https://archive.org/details/debandjer... • van Rees deel 1 (1865), hlm. 138: https://archive.org/details/debandjer... • van Rees deel 2 (1865), hlm. 31: https://archive.org/details/debandjer... • Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië deel 3 (1919), hlm. 542: https://archive.org/details/encyclopa... Latar tempat, karakter kartun, peta 3D, dan animasi dibuat sendiri. Video ini tanpa narasi suara; cerita disampaikan lewat subtitel di layar. Catatan: semua latar tempat adalah ilustrasi buatan sendiri, bukan foto; masjid, kubah makam, dan tugu digambar umum. Halaman van Rees dan ensiklopedia ditampilkan sebagai bukti sejarah dan ditulis dari sudut pandang Belanda. Asal-usul Rantau disajikan dalam dua versi. "Moengoe Thayor" diasumsikan sama dengan Munggu Tayur/Tayuh di Tatakan. Pendirian masjid Banua Halat oleh Datu Ujung dan panjang makam Datu Nuraya berasal dari penuturan dan cerita rakyat; angka 17 datu adalah hitungan seorang penulis lokal. Para datu tidak digambarkan sebagai tokoh; tokoh lain adalah karakter kartun, bukan wajah asli. Titik di peta adalah perkiraan. Kartu komentar di awal memuat komentar asli penonton (nama disamarkan). #Rantau #Tapin #MembahasSemua