Lengger Sapi PO - Gebyag Cah Angon 2023 Desa Entak, Ambal, Kebumen
Aku dan Jalanan
0:00 / 0:00
Lengger Sapi PO - Gebyag Cah Angon 2023 Desa Entak, Ambal, Kebumen
202 просмотра · 2 г. назад
Aku dan Jalanan
19,5 тыс. подписчиков
202 просмотра · 2 г. назад
Lengger Sapi PO di Gebyag Cah Angon 2023 Desa Entak, Ambal, Kebumen.
Gebyag Cah Angon merupakan tradisi yang digunakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Kebumen, khususnya Desa Entak. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi ini sudah berlangsung turun-menurun dan diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau 12 maulid. Waktu tersebut merupakan hari sakral di mana masyarakat Desa Entak wajib melaksanakan tradisi Gebyag Cah Angon. Hal ini dilakukan masyarakat agar mendapatkan berkah, keselamatan, dan kesejahteraan hidup.
Nama Gebyag Cah Angon sendiri memiliki sejarah unik di baliknya. Pada zaman dahulu di Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, anak-anak yang masih berusia 12 tahun sudah terbiasa menggembala ternaknya seperti sapi dan kambing.
Penggembalaan ini biasanya dilakukan di pesisir pantai. Pada bagian selatan kawasan berpasir halus terdapat zona penyangga yang disebut dengan Bra-Sengaja. Di sana ada hamparan rerumputan hijau sehingga banyak cah angon yang menggembalakan hewan ternaknya.
Cah angon sendiri sebenarnya adalah kependekan dari bocah angon (anak penggembala atau penggembala kecil). Penggembala kecil dalam Bahasa Jawa disebut dengan istilah bocah angon.
Sedangkan Gebyag diartikan sebagai perhelatan yang dilakukan banyak orang secara bersama-sama. Dari sana kemudian dinamakanlah Gebyag Cah Angon.
Uniknya, dengan adanya persatuan para pemuda dengan seluruh lapisan masyarakat demi terselenggaranya Gebyag Cah Angon menjadi poin penting bahwa Gebyag Cah Angon membawa kebersamaan, memupuk toleransi, dan persatuan.
Segala aktivitas yang ada dalam tradisi Gebyag Cah Angon memiliki tujuan yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen atau ternak yang melimpah di tahun ini serta mengharap berkah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk segala kebaikan dan kesejahteraan di tahun depan.
Ciri khas dari tradisi Gebyag Cah Angon masyarakat Desa Entak adalah melakukan kirab lembu atau menggiring sapi dan kambing ke Segara Kidul. Tradisi ini dimulai dengan arak-arakan sapi oleh pemiliknya.
Sapi diarak mulai dari desa hingga tempat acara berlangsung yaitu di Pantai Pranji. Sebelum diarak setiap penggembala (cah angon) mendandani sapi dengan berbagai aksesori leher.
Setelah para ternak di tempatkan di padang rumput di pesisir pantai kemudian para peternak melakukan ritual. Selanjutnya menuju pantai Pranji.
Sesampainya dipantai acara selanjutnya adalah wilujengan yang ditengarahi dengan pemotongan tumpeng, yang diiringi dengan doa bersama, doa yang dibaca yaitu tiga kali kalimat syahadat, tiga kali Al-Fatihah, sebelas kali Al-Ikhlas, dan satu kali An-Nas.
Selanjutnya, seblak cemethi yang diiringi dengan tembang tradisional cah angon yaitu tembang Lir-Ilir dengan cengkok dhandanggula dan suasana khas anak gembala.
Sebagai puncak acara Gebyag Cah Angon, warga bersama-sama melakukan besem atau bakar gubuk atau bakar kandang bambu. Dahulu yang dibakar adalah alang-alang yaitu sejenis rumput yang tumbuh liar di sekitar pantai.
Lantaran alang-alang sudah sangat jarang maka sebagai penggantinya adalah jerami yang dipasang sebagai atap pada sebuah gubuk. Hal itu sebagai simbol agar para pemilik ternak dijauhkan dari sangkala.
#lengger #sapi #gebyagcahangon