Metanding banten ayaban tumpeng 11 versi Semate
Tripanca Surya Bali
0:00 / 0:00
Metanding banten ayaban tumpeng 11 versi Semate
13 253 просмотра · 4 года назад
Tripanca Surya Bali
22,8 тыс. подписчиков
13 253 просмотра · 4 года назад
Ayaban tumpeng 11
Banten ayaban tumpeng 11 merupakan sarana upacara yadnya untuk kelengkapan piodalan di merajan atau di Pura. Adapun ayaban tumpeng 11 yang saya tanding menurut desa kalau patra di tempat saya di Banjar semate, abianbase. Adapun banten yang menyusunnya menjadi ayaban yaitu, banten peras, sodan, gebogan, tebasan, tumpeng bungkulan, dan pengambean.
Banten Peras
Kata “Peras” berarti “Sah” atau “Resmi”, dengan demikian penggunaan banten “Peras” bertujuan untuk mengesahkan dan atau meresmikan suatu upacara yang telah diselenggarakan secara lahir bathin. Secara lahiriah, banten Peras telah diwujudkan sebagai sarana dan secara bathiniah dimohonkan pada persembahannya. Disebutkan juga bahwa, banten Peras, dari kata “Peras” nya berkonotasi “Perasida” artinya “Berhasil”. Dalam pelaksanaan suatu upacara keagamaan, bilamana upakaranya tidak disertai dengan Banten Peras, maka penyelenggaraan upacara itu dikatakan “Tan Peraside”, maksudnya tidak akan berhasil atau tidak resmi/sah. Makna banten peras tersebut adalah sebagai lambang kesuksesan. Artinya dalam banten peras tersebut terkemas nilai-nilai berupa konsep hidup sukses
Banten Pengambean
Pengambean berasal dari akar kata “Ngambe” berarti memanggil atau memohon. Banten Pengambeyan mengandung makna simbolis memohon karunia Sang Hyang Widhi dan para leluhur guna dapat menikmati hidup dan kehidupan senantiasa berdasarkan Dharma di bawah lindungan dan kendali Sang Hyang Widhi dan para Leluhur. Sehingga memunculkan makna untuk memohon tuntunan dan bimbingan hidup agar diarahkan dan diberikan penyinaran demi kehidupan yang lebih berkualitas.
Banten Gebogan
Gebogan merupakan simbol persembahan dan rasa syukur pada Tuhan/Hyang Widhi. Gebogan atau juga disebut Pajegan adalah suatu bentuk persembahan berupa susunan dan rangkaian buah buahan dan bunga. Umumnya gebogan dibawa ke pura untuk rangkaian upacara panca yadnya. Arti kata gebogan itu sendiri dalam bahasa Bali sebenarnya berarti ''jumlah''. Maksudnya bahwa gebogan dibuat dari berbagai jumlah dan jenis buah yang merupakan hasil bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sanghyang Widhi.
Banten Sesayut
Banten sesayut berasal dari kata “sayut” atau “nyayut” dapat diartikan mempersilakan atau mensthanakan, karena sayut disimbulkan sebagai lingga dari Ista Dewata, sakti dari Ida Sang Hyang Widhi
Banten Rayunan
Rayunan juga sering disebut sebagai Ajuman/Sodan/Ajengan, yang mana dipergunakan tersendiri sebagai persembahan ataupun melengkapi daksina suci dan lain-lain. Apabila dimakanai, rayunan ini memiliki makna sebagai persembahan makanan kepada Ida Sanghyang Widhi/Dewa/Bhatara/maupun leluhur. Bila ditujukan kehadapan para leluhur, salah satu peneknya diisi kunir ataupun dibuat dari nasi kuning, disebut “perangkat atau perayun” yaitu jajan serta buah-buahannya di alasi tersendiri, demikian pula lauk pauknya masing-masing dialasi ceper/ituk-ituk, diatur mengelilingi sebuah penek yang agak besar. Di atasnya diisi sebuah canang pesucian, canang burat wangi atau yang
Demikian video saya kali ini, semoga bermanfaat, bila ada kekeliruan saya mohon maaf. Jangan lupa subscribe yaa, kasi like dan komentarnya terimakasih.
#banten ayaban tumpeng 11
#sarana upacara yadnya
#banten piodalan
#banten peras
#banten Sesayut
#banten pengambean