Перейти к содержимому

KISAH PEMERIKSA JALUR KA DI JOGJA, BERJALAN 13,6 KM TIAP HARI SAAT BULAN PUASA

Tribun Jogja Official

0:00 / 0:00

KISAH PEMERIKSA JALUR KA DI JOGJA, BERJALAN 13,6 KM TIAP HARI SAAT BULAN PUASA

10 790 просмотров · 7 мес. назад
Tribun Jogja Official
2,17 млн подписчиков
10 790 просмотров · 7 мес. назад
KISAH PEMERIKSA JALUR KA DI JOGJA, BERJALAN 13,6 KM TIAP HARI SAAT BULAN PUASA Ibadah puasa tak menghalangi Rahmat Haryanto dalam menjalankan tugasnya sebagai Petugas Pemeriksa Jalur di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Padahal tugasnya tidak mudah. Dia berjalan kaki menyusuri jalur kereta api untuk memeriksa rel, bantalan, balas, dan bangunan yang ada di sekitar jalur. Hal ini dia lakukan setiap hari dari mulai wilayah Lempuyangan hingga Maguwoharjo sejauh 6,8 kilometer sekali jalan. Artinya, dia menempuh perjalanan 13,6 kilometer setiap melakukan pemeriksaan pergi - pulang. Dalam keterangannya hari Selasa 24 Februari 2026, Rahmat menceritakan bahwa dia memeroleh jatah dua kali pemeriksaan rel, yakni pada sore hari dengan jatah waktu pemeriksaan selama 1 jam 40 menit, dan jatah pemeriksaan malam selama 2 jam. Sebelum bertugas, ia harus melapor ke pengawas peron dan menyiapkan beberapa peralatan yang dibawa. Adapun peralatan yang wajib dibawa adalah kunci inggris, bendera, alat komunikasi seperti Handy Talky (HT) dan handphone. Ia juga mengenakan helm dan sepatu pengaman. Setelah persiapan selesai, ia kemudian mengisi kuesioner dan mulai memeriksa jalur kereta api. Meski cukup berat, Rahmat mengaku tetap menjalankan ibadah puasa. Agar tetap kuat menjalani puasa, ia mengoptimalkan waktu berbuka puasa dan sahur untuk mengisi energi dan beristirahat. Sebagai informasi, Rahmat sudah menjalani profesi ini selama 13 tahun. Ada banyak cerita yang menurutnya cukup berkesan. Antara lain memberikan edukasi kepada anak-anak yang kerap bermain di sekitar jalur, menggagalkan orang yang hendak mengakhiri hidup di rel kereta api, hingga pernah merasakan pengalaman mistis. Pengalaman mistis itu terjadi ketika dia masih bertugas di Solo, di mana dirinya nyaris tertemper kereta karena tidak mendengar suara. Padahal seharusnya suara kereta terdengar, lampu kereta juga mestinya menyorot terang. Pengalaman mistis lainnya ia alami saat melakukan pemeriksaan di petak Purwosari-Gawok. Di sekitar jalur tersebut ada gubuk di tengah-tengah kebun tebu. Kala itu, sekitar pukul 03.00 dini hari, ia mendengar suara orang yang sedang asyik mengobrol. Padahal tidak ada siapa pun di lokasi tersebut. Tak ambil pusing, Rahmat memilih untuk melanjutkan pekerjaannya menyusuri jalur untuk memeriksa rel. (*) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Host : Noristera Editor : Afiffudin Uploader : Afiffudin Sumber : Tribun Jogja Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru