MRT Fase 3 Mulai DIGARAP !! PENGADAAN LAHAN 1.76KM Segmen THAMRIN - KWITANG Target Operasi 2031
On Road Indonesia
0:00 / 0:00
MRT Fase 3 Mulai DIGARAP !! PENGADAAN LAHAN 1.76KM Segmen THAMRIN - KWITANG Target Operasi 2031
4 771 просмотр · 14 часов назад
On Road Indonesia
83 тыс. подписчиков
4 771 просмотр · 14 часов назад
#MRTJakarta
#MRTJakartaFase3
#MRTEastWestLine
#MRTThamrinKwitang
#ThamrinKwitang
#InfrastrukturJakarta
#TransportasiPublik
#TransportasiJakarta
#DKIJakarta
#PemprovDKIJakarta
#PTMRTJakarta
#KeretaBawahTanah
#ProyekStrategisNasional
#KonektivitasJabodetabek
#MegaproyekIndonesia
#JICA
#AsianDevelopmentBank
#PusatKotaJakarta
#JalurBawahTanah
#JakartaGlobalCity
• Sejarah Singkat & Latar Belakang Kegiatan:
• MRT Jakarta Fase 3 (East–West Line) dirancang untuk membelah Jakarta dari barat ke timur dengan total panjang lintas hingga 84,1 kilometer (Balaraja–Cikarang).
• Pengembangan segmen Thamrin–Kwitang merupakan bagian dari Tahap 1 Stage 1 (Medan Satria – Tomang). Jalur bawah tanah segmen khusus ini membentang sepanjang 1,76 kilometer, menghubungkan Stasiun Thamrin, kawasan Kebon Sirih, Jalan Kramat Kwitang, hingga area Senen.
• Perkembangan Terkini (September 2026): Pemprov DKI Jakarta bersama Tim Persiapan Pengadaan Tanah dan PT MRT Jakarta mulai secara resmi mendata lahan serta bangunan yang terdampak di sepanjang koridor Thamrin–Kwitang.
• Tujuan Pembangunan (Construction Purpose):
• Membuka integrasi moda transportasi baru antara jalur Utara–Selatan (Phase 1 & 2) dengan jalur Timur–Barat (Phase 3) melalui stasiun hub besar Thamrin.
• Mengurangi akumulasi kemacetan lalu lintas darat di koridor utama Jakarta Pusat (Kebon Sirih, Kwitang, dan Senen) serta menekan kadar emisi karbon harian.
• Penanggung Jawab & Pelaksana Proyek (Project Responsibility & Rolled Out By):
• Penanggung Jawab Proyek: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
• Pengembang / Pengelola: PT MRT Jakarta (Perseroda).
• Pelaksana Persiapan Lahan: Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan MRT DKI Jakarta.
• Anggaran Proyek (Budgetary):
• Pendanaan keseluruhan Koridor East–West Line bersumber dari kerja sama pinjaman internasional, utama melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB).
• Estimasi total anggaran koridor East–West Line tahap awal mencapai kisaran puluhan triliun Rupiah (dengan total anggaran keseluruhan rute Balaraja–Cikarang mencapai Rp 160 triliun).
• Target Operasional & Kapasitas (Target & Capacity):
• Tahap Konstruksi Fisik: Dimulai bertahap menjelang akhir 2026.
• Target Operasional Lintas Timur–Barat: Ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2031.
• Proyeksi Penumpang: Diproyeksikan mampu melayani hingga 284.000 penumpang per hari.
• Tantangan & Kendala Proyek (Obstacles & Challenges):
• Pengadaan Tanah & Pembebasan Lahan: Lokasi padat di Kebon Sirih dan Kramat Kwitang memerlukan pendataan terperinci dan sosialisasi intensif agar tidak memicu konflik sosial dengan pemilik aset.
• Utilitas Bawah Tanah & Konstruksi Padat Kota: Mengingat segmen Thamrin–Kwitang merupakan jalur subterranean (bawah tanah), terdapat tantangan rekayasa teknis terkait penataan ulang utilitas kabel, pipa air, hingga manajemen lalu lintas di pusat kota selama pengerjaan tunel (Tunnel Boring Machine/TBM) berlangsung.