Перейти к содержимому

Hahiwang Kukuk | Sastra Lisan Kisah Gempa Liwa Lampung Barat 1994

Zia-Zaki

0:00 / 0:00

Hahiwang Kukuk | Sastra Lisan Kisah Gempa Liwa Lampung Barat 1994

13 918 просмотров · 4 года назад
Zia-Zaki
2,56 тыс. подписчиков
13 918 просмотров · 4 года назад
Berdasarkan Sejarah Hahiwang berkembang pada masyarakat adat Saibatin/Peminggir, khususnya 16 Marga Pesisir Krui, Kabupaten Pesisir Barat yang berkembang pada Tahun 1898 ( berdasarkan hasil wawancara dengan Mamak Lawok ( tokoh hahiwang ) . Hahiwang adalah puisi berisi kisah atau cerita sedih, baik kejadian menyedihkan perorangan maupun orang banyak. Berdasarkan isinya, hahiwang dapat dibedakan menjadi dua, yakni yang berisi penderitaan hidup seseorang dan hubungan muda-mudi (kegagalan percintaan). Penderitaan hidup atau kegagalan hubungan muda-mudi tersebut ditulis dalam bahasa yang indah dan dibacakan dengan lagu yang menyayat oleh seseorang, sehingga si pendengar dapat ikut merasakan penderitaan tersebut. Hahiwang merupakan salah satu bentuk sastra tutur masyarakat Lampung, khususnya masyarakata Berdasarkan Sejarah Hahiwang berkembang pada masyarakat adat Saibatin/Peminggir, khususnya 16 Marga Pesisir Krui, Kabupaten Pesisir Barat yang berkembang pada Tahun 1898 ( berdasarkan hasil wawancara dengan Mamak Lawok ( tokoh hahiwang ). Hahiwang adalah puisi berisi kisah atau cerita sedih, baik kejadian menyedihkan perorangan maupun orang banyak. Berdasarkan isinya, hahiwang dapat dibedakan menjadi dua, yakni yang berisi penderitaan hidup seseorang dan hubungan muda-mudi (kegagalan percintaan). Penderitaan hidup atau kegagalan hubungan muda-mudi tersebut ditulis dalam bahasa yang indah dan dibacakan dengan lagu yang menyayat oleh seseorang, sehingga si pendengar dapat ikut merasakan penderitaan tersebut. dat 16 Marga Pesisir Krui. Hahiwang adalah puisi berisi kisah atau cerita sedih, baik kejadian menyedihkan perorangan maupun orang banyak. Berdasarkan isinya, hahiwang dapat dibedakan menjadi dua, yakni yang berisi penderitaan hidup seseorang dan hubungan muda-mudi (kegagalan percintaan). Penderitaan hidup atau kegagalan hubungan muda-mudi tersebut ditulis dalam bahasa yang indah dan dibacakan dengan lagu yang menyayat oleh seseorang, sehingga si pendengar dapat ikut merasakan penderitaan tersebut. Hahiwang merupakan tradisi sastra tutur masyarakat Krui, Lampung Barat yang hampir punah karena tidak semua orang yang mampu membawakan nya. Di lingkungan masyarakat Lampung Pemanggilan Jelema Daya (Komering, hahiwang dikenal dengan istilah highing-highing sementara di lingkungan masyarakat Lampung Barat khususnya Belalau disebut wayak/muayak. Hahiwang biasanya digunakan sebagai: 1. pengantar acara adat 2. pelengkap acara pelepasan pengantin wanita ke tempat pengantin pria 3. pelengkap acara cangget ’tarian adat’ 4. pelengkap acara muda-mudi 5. senandung pada saat menidurkan anak 6. pengisi waktu luang