JAMITA MINGGU: HOSEA 6:1-6 | DEBATA MANGHALOMOHON HOLONG NI ROHA (MINGGU 11 OKTOBER 2026)
Jalan Kristus
0:00 / 0:00
JAMITA MINGGU: HOSEA 6:1-6 | DEBATA MANGHALOMOHON HOLONG NI ROHA (MINGGU 11 OKTOBER 2026)
1 098 просмотров · 13 часов назад
Jalan Kristus
6,02 тыс. подписчиков
1 098 просмотров · 13 часов назад
Jamita Minggu XIX Dung Trinitatis | Hosea 6:1-6 | Allah Menyukai Kasih Setia | Minggu 11 Oktober 2026
Syalom Sahabat Jalan Kristus! 🙏
download jamita disini: https://docs.google.com/document/d/1-...
Mengapa iman kita kadang seperti **embun pagi**—terlihat indah sesaat, tetapi cepat menghilang ketika matahari mulai terik?
Melalui **Hosea 6:1–6**, kita diajak melihat bahwa Tuhan tidak menghendaki pertobatan yang hanya sebentar, ibadah yang hanya berupa kata-kata, atau persembahan tanpa perubahan hidup. Tuhan berkata bahwa yang Ia kehendaki adalah **kasih setia dan pengenalan akan Allah**.
Dalam kehidupan petani, pupuk dasar memang penting. Tetapi tanaman tidak akan bertumbuh hanya karena sekali diberi pupuk. Ia harus terus **dirawat, dipelihara, disiram, dibersihkan dan dijaga sampai menghasilkan buah**.
Demikian juga iman. Jangan hanya dekat kepada Tuhan ketika sedang susah. Jangan hanya rajin berdoa ketika membutuhkan pertolongan. Jangan sampai kehidupan rohani kita menjadi seperti embun pagi—sebentar ada, lalu menghilang.
Hosea berbicara kepada umat Allah yang berkali-kali meninggalkan Tuhan. Mereka mengatakan, “Mari kita kembali kepada Tuhan,” tetapi pertobatan mereka tidak bertahan. Karena itu Tuhan menegaskan:
*“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah lebih daripada korban-korban bakaran.”* — Hosea 6:6
Pesannya sangat dalam: *Allah tidak menolak ibadah kita, tetapi Allah menolak ibadah yang tidak menghasilkan kehidupan yang berubah.*
Kasih setia kepada Tuhan harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari—di *rumah, di ladang, di tempat kerja, di gereja, dalam keluarga, dan dalam hubungan kita dengan sesama.*
Kabar baiknya, ketika kita jatuh dan kembali kepada Tuhan, kita menemukan Allah yang tidak berhenti menunggu. Di dalam Yesus Kristus, kasih karunia Allah telah dinyatakan bagi kita. Kristus telah mati dan bangkit untuk membawa kita kembali kepada-Nya.
Maka pertanyaannya bukan hanya: *“Apakah kita mengenal Allah?”*
Tetapi juga: *“Apakah hidup kita menunjukkan bahwa kita sungguh mengenal Allah?”*
🌱 *Iman harus dirawat.*
❤️ *Kasih setia harus diwujudkan.*
🙏 *Pertobatan harus menghasilkan perubahan.*
🍃 *Pengenalan akan Allah harus menghasilkan buah dalam kehidupan.*
Tonton sampai akhir dan renungkan bersama bagaimana kita dapat menjadi pribadi yang terus bertumbuh dalam kasih setia kepada Tuhan.
*Jika Anda diberkati melalui khotbah ini, tuliskan komitmen di kolom komentar:*
👉 *“Gabe Parholong Ni Roha Ma Ahu”*
(*Kiranya aku menjadi pribadi yang hidup dalam kasih setia.*)
Jangan lupa *Like, Subscribe, dan Share* kepada keluarga, sahabat, dan saudara seiman agar semakin banyak orang mendengar Firman Tuhan.
*Sahabat Jalan Kristus — mari terus berjalan dalam kasih karunia Kristus, merawat iman, dan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan.*
*Tuhan Yesus memberkati! 🙏*
#jamitaminggu #khotbahminggu #KhotbahKristen #Hosea6 #KasihSetia #JalanKristus #RenunganKristen #FirmanTuhan #ImanKristen #Pertobatan #KasihAllah #PetaniKristen #PdtWahyuSiregar #ibadahminggu #renunganharian #ibadahonline