Перейти к содержимому

Misteri Cikal Bakal Madiun Makam Kyai Ageng Rekso Gati Madiun

EKSEMI CHANNEL

0:00 / 0:00

Misteri Cikal Bakal Madiun Makam Kyai Ageng Rekso Gati Madiun

1 303 просмотра · 3 месяца назад
EKSEMI CHANNEL
2,96 тыс. подписчиков
1 303 просмотра · 3 месяца назад
Ki Ageng Reksogati adalah sosok historis dan kultural yang sangat penting bagi masyarakat Madiun. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh perintis, ulama, sekaligus penasihat spiritual yang membidangi lahirnya wilayah Madiun (terutama di masa awal peralihan dari masa Kesultanan Demak menuju Kesultanan Pajang). ​Berikut adalah sejarah dan peran penting Ki Ageng Reksogati dalam babad Madiun: ​1. Asal-Usul dan Identitas ​Ki Ageng Reksogati sebenarnya memiliki nama asli Pangeran Timur (namun ada juga sumber yang mengaitkannya dengan nama Kyai Rekso Gati). Beliau adalah seorang tokoh ulama dan bangsawan yang dikirim atau menetap di wilayah hutan (alas) Ketonggo/Madiun. Nama "Reksogati" sendiri memiliki makna filosofis: ​Rekso: Menjaga, merawat, atau memelihara. ​Gati: Sungguh-sungguh, penting, atau berharga. Secara harfiah, nama ini mencerminkan tugas beliau sebagai penjaga atau pemelihara ketenteraman wilayah tersebut dengan penuh kesungguhan. ​2. Babat Alas Madiun (Membuka Lahan) ​Sebelum menjadi kadipaten yang ramai, wilayah Madiun sebagian besar masih berupa hutan belantara yang dikenal sebagai Hutan Wonosari. ​Ki Ageng Reksogati menetap di daerah yang sekarang dikenal sebagai Kelurahan Sogaten (nama "Sogaten" sendiri diambil dari nama Reksogati). ​Di sana, beliau mendirikan sebuah padepokan/pesantren, menyebarkan agama Islam, dan mengajarkan ilmu bercocok tanam serta bela diri kepada masyarakat sekitar. Lambat laun, kawasan yang tadinya sepi berubah menjadi pemukiman yang subur dan makmur. ​3. Hubungan dengan Ki Ageng Panembahan Senopati dan Kesultanan Pajang ​Ketika Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) berkuasa di Kesultanan Pajang, wilayah Madiun diserahkan kepada Pangeran Timur (putra Sultan Trenggono dari Demak) yang kemudian diangkat menjadi Bupati Madiun pertama pada tanggal 18 Juli 1568. ​Dalam proses berdirinya pemerintahan ini, Ki Ageng Reksogati bertindak sebagai tokoh sepuh, penasihat spiritual, sekaligus "pamong" (pembimbing) yang sangat dihormati oleh Pangeran Timur. Sinergi antara umara (pemimpin pemerintahan/Pangeran Timur) dan ulama (Ki Ageng Reksogati) inilah yang menjadi fondasi awal kuatnya pemerintahan di Madiun. ​4. Asal-usul Nama "Madiun" ​Ada salah satu versi cerita rakyat yang mengaitkan Ki Ageng Reksogati dengan asal-usul nama Madiun. Dikabarkan bahwa saat membuka lahan atau melakukan tirakat, muncul fenomena gaib berupa keris pusaka yang berputar-putar di udara (madi) dan mengeluarkan bau wangi (ayun), atau dari kata Medi (hantu) dan Ayun-ayun (berayunan). Namun, secara historis, nama Madiun lebih sering dikaitkan dengan kata "Sendang Ardumadiun" tempat pusaka Kyai Gondowelang ditemukan. ​Warisan dan Makam Ki Ageng Reksogati ​Hingga saat ini, Ki Ageng Reksogati dihormati sebagai salah satu punden atau leluhur cikal bakal Madiun. ​Makam beliau terletak di Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Makam ini menjadi situs religi dan sejarah yang sering dikunjungi masyarakat, terutama saat menjelang hari jadi Kota atau Kabupaten Madiun (bulan Juli) serta pada bulan Suro (Muharram) sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau dalam membuka peradaban di Madiun Contack person : 082227666743