Awal Mula Pria Bawa Sajam Geruduk Jemaat GKPI di Rajeg Tangerang, Geger Desak Rumah Doa Ditutup
Tribunnews
0:00 / 0:00
Awal Mula Pria Bawa Sajam Geruduk Jemaat GKPI di Rajeg Tangerang, Geger Desak Rumah Doa Ditutup
2 988 просмотров · 3 часа назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
2 988 просмотров · 3 часа назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia atau GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, diwarnai ketegangan, Minggu (20/9/2026).
Insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat sekitar 40 jemaat tengah melaksanakan ibadah.
Sekelompok warga mendatangi lokasi dan melontarkan teriakan dari luar bangunan rumah doa.
Penatua Rumah Doa GKPI, Surya Sarjono Lumban Gaol, mengungkap suasana ibadah awalnya berlangsung normal.
"Kami lagi ada di dalam, pas ibadah. Tahu-tahu orang itu sudah mengeluarkan kata-kata keras. Jemaat ya panik," ungkap Sarjono.
Sebagian jemaat dilaporkan ketakutan hingga pengurus rumah doa berupaya menenangkan situasi.
Massa sempat meminta jemaat menghentikan ibadah dan mengunci pintu bangunan dari luar.
Polisi turut mendalami dugaan adanya senjata tajam yang dibawa salah satu oknum massa saat kejadian.
Peristiwa itu langsung mendapat perhatian aparat kepolisian dan pemerintah daerah setempat.
KASUS PENGGERUDUKAN BERUJUNG PROSES MEDIASI
Pada Minggu malam, Pemkab Tangerang bersama Forkopimda menggelar mediasi di Kantor Kecamatan Rajeg.
Mediasi dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kemenag Gugun Gumilar, dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyatakan menerima penyelesaian secara damai tanpa membawa kasus ke ranah hukum.
"Kami mengambil sikap untuk damai karena ajaran kami mengajarkan kasih," tutur Sarjono.
Pemkab Tangerang berkomitmen memfasilitasi tempat ibadah sementara bagi jemaat GKPI.
Kesepakatan damai ini diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan bersama kedua belah pihak.
PRIA PENGGERUDUK MINTA MAAF SEUSAI MEDIASI
Dalam pertemuan itu, seorang warga bernama Aji Cahyono menyampaikan permintaan maaf kepada jemaat GKPI.
Ia mengakui kekhilafannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kapolresta Tangerang mengapresiasi langkah warga dan jemaat yang mengedepankan dialog.
"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat," tegas Indra Waspada.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama.
Rumah doa yang sempat ditutup pun akhirnya dibuka kembali seusai mediasi digelar.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Sepakat Berdamai, Warga Penggeruduk Rumah Doa Umat Kristiani di Rajeg Tangerang Minta Maaf,
https://banten.tribunnews.com/kab-tan....
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Pandu
Uploader: Bintang Nur Rahman