Перейти к содержимому

Sudah 30, 35, 40: TAK KUNJUNG NIKAH: Serumit Apa Jodoh dan Nikah Bagimu?

Juwandi Ahmad Official

0:00 / 0:00

Sudah 30, 35, 40: TAK KUNJUNG NIKAH: Serumit Apa Jodoh dan Nikah Bagimu?

4 948 просмотров · 5 лет назад
Juwandi Ahmad Official
7,36 тыс. подписчиков
4 948 просмотров · 5 лет назад
Belum nikah, usia kian menua. Nikah itu tak selalu semudah yang orang bilang. Tak kunjung menikah belum tentu menderita. Bisa jadi, jomblo itu lebih Bahagia. Lalu, bagaimana dengan mereka yang kesendiriannya itu menjadi problem, sudah nyaris kepala empat, ingin sekali menikah, tapi belum juga ketemu jodohnya. Dalam hal jodoh, yang sudah menikah itu cenderung merasa lebih hebat dari yang jomblo. Maka, mereka yang masih sendiri di usia yang menurut ukuran umum itu semestinya sudah menikah bisa jadi sangat sensitif, sebab tekanannya berlipat-lipat, bukan hanya omongan orang tapi juga dalam dirinya sendiri: ingin segera menikah tapi serasa susah ketemu jodoh, antara harapan dan keputusasaan. Selain bahwa hidup bersama dengan orang lain, nikah itu juga bisa dimaknai sebagai masalah dan bukan solusi, sebab dalam pernikahan ada peran, ada tanggung jawab. Maka, ada juga yang tidak memiliki keberanian untuk menikah. Nyaris semua orang akhirnya akan menikah, yang kaya, yang miskin, yang rupawan, yang jauh dari tampan, yang pandai, yang minim pengetahuan, bahkan yang baik dan yang jahat. Tak semuanya bahagia dan sejahtera. Tak semuanya melahirkan anak-anak seperti yang mereka impikan. Tak semua menua dan mengucapkan selamat tinggal pada pasangannya, pada dunia dengan hati yang puas. Apapun itu, jika nikah dianggap penting, dianggap hal sulit: mereka telah mampu melakukan apa yang belum mampu kamu lakukan! Thumbnail diolah dari karya foto Fuad Baharudin (dengan seijin pemiliknya).