G30S: Siapa sebenarnya Gerwani, sejarah, propaganda, dan stigma - BBC News Indonesia
BBC News Indonesia
0:00 / 0:00
G30S: Siapa sebenarnya Gerwani, sejarah, propaganda, dan stigma - BBC News Indonesia
482 930 просмотров · 4 года назад
BBC News Indonesia
1,58 млн подписчиков
482 930 просмотров · 4 года назад
Pasca meletusnya peristiwa G30S, propaganda Orde Baru melekatkan stigma melalui surat kabar, buku pelajaran hingga film populer kepada segala sesuatu yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia.
Salah satunya Gerwani, atau Gerakan Wanita Indonesia, yang merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia pada tahun 1965.
Organisasi yang berhaluan sosialis-feminis ini mengalami fitnah seksual secara bertubi-tubi, dengan digambarkan sebagai 'kelompok perempuan asusila dan kejam'.
Bagaimana sejarah organisasi ini yang sebenarnya?
Gerwis — yang pada 1954 berganti nama menjadi Gerwani — mencurahkan perhatian pada masalah pemberantasan buta huruf dan pendirian sekolah.
"Banyak perempuan yang tidak bisa baca, tidak bisa tulis apa-apa dan orang Gerwani membantu. Anggota Gerwani juga selalu aktif di dalam perjuangan di dalam rumah tangga," kata Saskia Wieringa, antropolog Universitas Amsterdam di Belanda, yang bertahun-tahun meneliti tentang Peristiwa 65.
Organisasi itu juga menuntut perlunya hak-hak perempuan, termasuk tentang poligami.
Tak hanya berfokus pada isu perempuan, Gerwani juga menjadi organisasi paling aktif dalam politik nasional juga isu internasional.
Pada 1964, pemerintah Indonesia menginstruksikan organisasi massa mengikatkan diri pada partai politik.
Gerwani — yang berideologi feminis dan sosialis — menyatakan diri berada dalam kubu komunis, yang akan diresmikan dalam kongres yang digelar Desember 1965.
Namun, kongres itu urung digelar. Peristiwa 65 meletus dan sejak saat itu Gerwani "dihancurkan".
Propaganda yang berpusat pada "penyimpangan seksual anggota Gerwani", serta penggambaran PKI sebagai ateis dan anti-nasionalis tak hanya memicu pada pembunuhan massal orang-orang berhaluan kiri, tapi juga penghancuran gerakan perempuan progresif.
"Saya rasa sesudah propaganda [Joseph] Goebbels [Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Nazi Jerman] dalam Perang Dunia II tentang orang Yahudi, propaganda terhadap Gerwani adalah yang mungkin lebih efektif lagi. Karena 50 tahun sesudah itu terjadi, orang masih percaya. Sampai sekarang pun Gerwani punya nama jelek," kata Saskia.
============
Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY
Instagram: / bbcindonesia
Twitter: / bbcindonesia
Facebook: / bbcnewsindonesia
#bbcindonesia