ADA APAAN TUH DI NONGKOSUWITT?!? | PENGALAMAN NONTON GENDUREN SENI GUNUNG SEWU DI WONOGIRI
tsalits ca
0:00 / 0:00
ADA APAAN TUH DI NONGKOSUWITT?!? | PENGALAMAN NONTON GENDUREN SENI GUNUNG SEWU DI WONOGIRI
56 просмотров · 8 дней назад
tsalits ca
1 подписчик
56 просмотров · 8 дней назад
GENDUREN SENI GUNUNG SEWU 🎭
Genduren Seni Gunung Sewu menjadi momen istimewa bagi masyarakat untuk berkumpul, bersyukur, menjalin kebersamaan, sekaligus melestarikan kesenian tradisional yang mulai hampir tenggelam. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk nguri-uri kebudayaan, agar berbagai seni dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Acara ini juga menjadi bagian dari syukuran dan bersih desa yang selama ini telah dilaksanakan setiap tahun. Namun, pada tahun ini rangkaian kegiatan semakin meriah dengan ditambahkannya berbagai pertunjukan seni, seperti Jathilan Krida Budaya, Encek-enckan, Terbang Tipung Rekso Wiguno, Seni Srandul Sambung Srawung Gunung Sewu, hingga Wayang Climen Ki Sarto.
Dalam tradisi ini, setiap rumah membuat satu tumpeng dengan menggunakan gedebog, yaitu batang pohon pisang, sebagai tatakan. Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Encek. Dalam satu desa terdapat kurang lebih enam puluh rumah, sehingga seluruh warga dapat ikut berpartisipasi. Tumpeng dan lauk-pauk yang telah disiapkan kemudian didoakan bersama, dengan harapan masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, ketenteraman, dan perlindungan.
Kegiatan Genduren Seni Gunung Sewu juga menjadi wadah untuk mengenang perjalanan kesenian lokal. Pertunjukan Jathilan Lembah Bengawan Solo Purba telah ada sejak sekitar tahun 1990-an, meskipun dahulu belum banyak dikenal atau dipromosikan. Salah satu tokoh yang dikenang adalah Bapak Sumim, pencipta asli kesenian tersebut yang kini telah meninggal dunia. Dalam pertunjukan Jathilan terdapat tokoh Mandraguna yang digambarkan sebagai penggembala kuda, serta iringan tembang tradisional seperti Tembang Pucung.
Para penari dan pelaku seni yang tampil merupakan warga asli serta para sepuh desa. Mereka menjadi penjaga cerita, gerak, musik, dan nilai-nilai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warga setempat juga turut menyumbangkan kesenian rebana dan wayang, sedangkan pertunjukan lainnya berasal dari warga sekitar kelurahan.
Selain melestarikan budaya, acara ini turut membantu para pelaku UMKM di sekitar lokasi. Berbagai makanan, minuman, dan produk lokal ikut meramaikan kegiatan, sehingga acara budaya ini juga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.
Mari saksikan kemeriahan Genduren Seni Gunung Sewu, mulai dari tradisi Encek, doa bersama, pertunjukan Jathilan, rebana, wayang, Srandul, hingga semangat gotong royong warga dalam menjaga budaya lokal.
Jangan lupa like, komentar, subscribe, dan bagikan vlog ini agar semakin banyak orang mengenal kesenian serta tradisi masyarakat Gunung Sewu.
Salam budaya, salam lestari!
#gununusewu #gendurenseni2026 #pracimantoro #wonogiri