Arti Andi, Daeng, dan Karaeng: Gelar Bangsawan Bugis-Makassar
SeratusRibuNama
0:00 / 0:00
Arti Andi, Daeng, dan Karaeng: Gelar Bangsawan Bugis-Makassar
143 просмотра · 8 дней назад
SeratusRibuNama
16 подписчиков
143 просмотра · 8 дней назад
Dalam nama orang Bugis-Makassar tersimpan gelar kebangsawanan dan garis keturunan. Andi adalah gelar bangsawan tertinggi orang Bugis, Daeng berarti kakanda sekaligus penanda silsilah, dan Karaeng adalah gelar raja Gowa (sumber: Wikipedia, detik.com, kumparan, jurnal UNAIR).
Video ini membedah asal usul Andi dan Daeng yang diperdebatkan banyak sumber, aturan ketat siapa yang berhak memakai, gelar Mandar seperti Maradia dan Puang, awalan khas La dan We, sampai tokoh-tokoh besar bergelar Andi seperti Andi Mappanyukki dan Andi Sultan Daeng Raja.
Subscribe biar nggak ketinggalan fakta asal usul nama lainnya! #SeratusRibuNetwork #SeratusRibuNama
Nama orang Bugis-Makassar bukan sekadar label. Di dalamnya memuat gelar kebangsawanan, penanda silsilah, dan cerita kerajaan. Video ini membedah semuanya.
Daeng dalam bahasa Makassar berarti kakanda, sapaan hormat untuk orang yang lebih tua. Pada masa lalu Daeng adalah gelar bangsawan menengah, dan banyak nama raja Gowa diawali Daeng, contohnya nama kecil Sultan Hasanuddin: I Mallombasi Daeng Mattawang.
Andi adalah gelar bangsawan tertinggi orang Bugis dan hanya diturunkan dari garis ayah. Asal usulnya diperdebatkan: sebagian mencatat dipakai sejak 1930-an, sebagian menyoal peran misionaris Belanda B.F. Matthes, dan ada pula yang menyebutnya sudah dipakai sejak 1713. Yang pasti, kata Andi dalam bahasa Bugis berarti adik. Anak dari perkawinan campuran biasa mendapat gelar Baso untuk laki-laki dan Besse untuk perempuan.
Karaeng adalah gelar raja dan anak raja dalam sistem Kerajaan Gowa, dan sudah ada sebelum Belanda datang. Raja Gowa yang bertakhta bergelar Sombayya, dan Sombayya paling terkenal adalah Sultan Hasanuddin, si Ayam Jantan dari Timur.
Di Mandar, raja bergelar Maradia, contohnya Andi Depu Maraddia Balanipa, pahlawan nasional. Dunia Bugis juga mengenal Arung untuk penguasa negeri, Datu di Luwu, Petta untuk kerabat raja, serta Opu dan Ince dengan sebarannya masing-masing. Awalan La untuk laki-laki Bugis dan We atau I untuk perempuan, seperti La Tenritatta dan I Fatimah Daeng Takontu.
Sejak kemerdekaan, pendidikan dan jabatan menyaingi gelar keturunan. Andi kini lebih sering menjadi nama pribadi, dan Daeng menjadi sapaan sehari-hari di Makassar. Tapi cerita di balik setiap nama tetap hidup.
Sumber: Wikipedia, detik.com, kumparan.com, jurnal UNAIR, portal Pemkot Makassar, portal Kabupaten Bone, encyclopedia.com.
Subscribe biar nggak ketinggalan fakta asal usul nama lainnya! #SeratusRibuNetwork #SeratusRibuNama