Elang Jawa Sang Garuda Terancam Punah | Fakta Satwa Endemik Pulau Jawa
SeratusRibuFloraFauna
0:00 / 0:00
Elang Jawa Sang Garuda Terancam Punah | Fakta Satwa Endemik Pulau Jawa
1 251 просмотр · 3 нед. назад
SeratusRibuFloraFauna
246 подписчиков
1 251 просмотр · 3 нед. назад
Elang jawa (Nisaetus bartelsi) adalah satu-satunya elang endemik Pulau Jawa. Dari Ujung Kulon sampai Blambangan, jumlahnya tinggal ratusan pasang. IUCN menempatkannya di status Terancam (Endangered) pada penilaian 2025. Simak fakta sarang setinggi tiga puluh meter, satu telur per musim, sampai perburuan yang makin mahal di pasar gelap.
Subscribe channel ini untuk fakta satwa liar lain dari Indonesia. #SeratusRibuFloraFauna #SeratusRibuNetwork
Elang jawa. Nama ilmiahnya Nisaetus bartelsi. Elang berjambul ini hidup endemik di Pulau Jawa, berukuran sedang cenderung besar dan langsing, dengan panjang tubuh antara enam puluh sampai tujuh puluh sentimeter.
Dari hutan Ujung Kulon di ujung barat, tersebar lewat hutan dataran rendah dan pegunungan Jawa, sampai Taman Nasional Alas Purwo di ujung timur. Di sinilah Garuda yang hidup itu bertengger: di tajuk pohon tinggi, sesekali terlihat menyeberang di atas kanopi.
Ciri paling menonjol adalah jambulnya yang tinggi, terdiri dari dua sampai empat bulu dengan panjang sampai dua belas sentimeter, hitam dengan ujung putih. Suaranya khas, pekikan nyaring berbunyi hii-hiiiw dalam satu sampai tiga suku kata, lebih tinggi dan lebih parau dari suara elang brontok.
Sarangnya berupa tumpukan ranting berdaun di cabang pohon setinggi dua puluh sampai tiga puluh meter. Satu telur per musim, dierami selama kurang lebih empat puluh tujuh hari. Setelah menetas, indukan berpartisipasi memberi makan anakannya.
Populasi yang pernah diperkirakan 137 sampai 188 pasang atau 600 sampai 1.000 individu. IUCN dan BirdLife International menempatkannya di status Terancam (Endangered) pada penilaian 2025. Perburuan dan kehilangan habitat menjadi tekanan utama, dengan harga yang melambung tinggi di pasar ilegal. Angka populasi lama ini dipakai karena penilaian terbaru belum memuat angka pengganti yang setara.
Video ini merangkum fakta dari sumber terbuka Wikipedia bahasa Indonesia dan bahasa Inggris beserta rujukan BirdLife International 2025 dan studi lapangan Balen, Nijman, dan Sozer 1999. Angka populasi dapat berubah seiring penilaian ulang berikutnya.
Jangan lupa subscribe untuk dokumenter satwa liar berikutnya. #SeratusRibuFloraFauna #SeratusRibuNetwork
Chapter:
0:00 Garuda yang Hidup di Hutan Jawa
2:57 Nama Ilmiah dan Sejarah Penemuan
6:06 Wujud, Jambul, dan Suara Khasnya
9:24 Rumahnya dari Ujung Kulon ke Blambangan
12:26 Cara Berburu dari Tenggeran Tinggi
15:20 Satu Telur di Sarang Setinggi Tiga Puluh Meter
18:11 Hitungan yang Tinggal, Ratusan Pasang
20:56 Pembalakan, Perburuan, dan Harga yang Melambung
23:31 Garuda yang Harus Tetap Terbang