Перейти к содержимому

Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” I Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi 2026 (Part II)

GKPS JAMBI

0:00 / 0:00

Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” I Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi 2026 (Part II)

162 просмотра · 3 дн. назад
GKPS JAMBI
695 подписчиков
162 просмотра · 3 дн. назад
Semarak Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” Meriahkan Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi 2026 JAMBI- Nuansa budaya Simalungun menggema di lingkungan GKPS Jambi, Minggu (13/9/2026), melalui pelaksanaan Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” dalam rangka Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi Tahun 2026. Lomba tersebut diikuti oleh Namaposo GKPS Resort Jambi, yang tampil membawa semangat kebersamaan sekaligus memperlihatkan kemampuan dalam menghidupkan seni tortor sebagai bagian penting dari identitas budaya Simalungun. Sejak kegiatan berlangsung, suasana tampak semarak. Para peserta tidak hanya dituntut mampu mengikuti gerakan tortor, tetapi juga memperhatikan kekompakan, ketepatan gerakan, penghayatan, serta kemampuan menampilkan tortor secara selaras sebagai sebuah kelompok. Tortor dalam tradisi masyarakat Simalungun tidak sekadar dipandang sebagai rangkaian gerakan tari. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, penghormatan, dan ekspresi budaya yang diwariskan antargenerasi. Karena itu, perlombaan tortor menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempraktikkan, sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Simalungun di tengah perkembangan zaman. Dinilai Tiga Juri Untuk memastikan penampilan peserta dinilai secara objektif, panitia menghadirkan tiga orang juri yang memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap kegiatan serta budaya gerejawi dan Simalungun. Ketiga juri tersebut yakni Pdt. Tania Kisah D. Br. Saragih, S.Th., Penginjil Larmawati Br. Purba, dan Inang Ny. Pdt. A.F. Damanik Br. Girsang. Kehadiran para juri menjadi bagian penting dalam lomba. Penilaian tidak semata-mata melihat kemampuan peserta melakukan gerakan, tetapi juga bagaimana setiap kelompok mampu menampilkan tortor secara kompak dan berkarakter. Bagi Namaposo yang mengikuti perlombaan, panggung lomba menjadi ruang untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri. Setiap gerakan yang ditampilkan membawa identitas kelompok, tetapi pada saat yang sama memperlihatkan semangat kolektif generasi muda GKPS Resort Jambi. Bukan Sekadar Perlombaan Pelaksanaan Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” memiliki makna lebih luas daripada sekadar mencari kelompok terbaik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kehidupan bergereja dengan pelestarian budaya. Dalam konteks Namaposo, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarpemuda dari berbagai jemaat yang berada di lingkungan GKPS Resort Jambi. Proses latihan hingga tampil bersama mendorong peserta untuk membangun komunikasi, disiplin, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap budaya Simalungun. Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan budaya populer dan perkembangan teknologi digital, ruang-ruang kebudayaan seperti lomba tortor memiliki posisi strategis. Tradisi tidak hanya dipertahankan melalui cerita atau dokumentasi, tetapi juga melalui praktik langsung oleh generasi yang akan meneruskannya. Karena itu, keterlibatan Namaposo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi budaya. Mereka tidak hanya menjadi penonton kebudayaan, tetapi ikut menjadi pelaku yang menjaga agar tortor tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Simalungun. KLIK: https://gkps-jambi.blogspot.com/2026/... ======= Galeri Foto Semarak Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” Meriahkan Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi 2026 KLIK: https://gkps-jambi.blogspot.com/2026/... ============