Перейти к содержимому

NADA BALANCE SULASIH ESELBE

Guest Wonosobo

0:00 / 0:00

NADA BALANCE SULASIH ESELBE

6 829 просмотров · 3 нед. назад
Guest Wonosobo
44,4 тыс. подписчиков
6 829 просмотров · 3 нед. назад
NADA BALANCE SULASIH ESELBE Tari Sulasih (atau sering disebut dalam rangkaian Tari Topeng Lengger Wonosobo) adalah bagian dari kesenian tradisional Lengger Wonosobo di Jawa Tengah yang sarat dengan nilai spiritual dan historis. Asal Usul dan Makna Nama Arti Kata Sulasih: Dalam bahasa Jawa, kata Sulasih berasal dari akronim "sugih welas, sugih asih" yang berarti maha pemurah dan maha penyayang. Media Dakwah: Pada masa lampau, kesenian Tari Topeng Lengger termasuk babak Sulasih digunakan para wali atau tokoh penyebar agama Islam di wilayah Wonosobo sebagai sarana dakwah untuk mengenalkan sifat-sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada masyarakat. Karakter Tarian: Dalam pementasan Tari Topeng Lengger Sulasih, Sulasih digambarkan sebagai sosok tokoh putri alusan yang mempunyai wibawa serta nilai spiritual tinggi. Tarian ini sering kali bernuansa magis atau mistis karena diyakini sebagai tarian untuk menghadirkan atau menyambut kehadiran dewa-dewi/bidadari. Perkembangan Bagian dari Lengger Wonosobo: Tarian ini biasanya ditarikan secara berpasangan antara penari pria bermasker/bertopeng (melambangkan tokoh seperti Raden Sulandono) dan penari wanita (Sulasih). Pelestarian: Wilayah seperti Dusun Giyanti di Selomerto, Wonosobo, menjadi salah satu pusat utama yang secara turun-temurun merawat dan mementaskan kesenian ini, termasuk dalam rangkaian tradisi bersih desa atau upacara adat.