Sempat Dicecar Maulana PKB, Kang Dedi Mulyadi Dipuji DPR RI Dede Yusuf Bikin Milangkala Tatar Sunda
Tribun Bengkulu
0:00 / 0:00
Sempat Dicecar Maulana PKB, Kang Dedi Mulyadi Dipuji DPR RI Dede Yusuf Bikin Milangkala Tatar Sunda
33 312 просмотров · 11 дней назад
Tribun Bengkulu
652 тыс. подписчиков
33 312 просмотров · 11 дней назад
Sempat Ditentang Maulana PKB, Kang Dedi Mulyadi Dipuji DPR RI Dede Yusuf Bikin Milangkala Tatar Sunda
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengapresiasi agenda kebudayaan Milangkala Tatar Sunda yang diselenggarakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Mei 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Dede dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Senin (24/8/2026). Rapat tersebut membahas pengawasan sistem kearsipan nasional dan daerah menuju pengelolaan arsip modern.
Dalam rapat, Dede menyoroti pentingnya penguatan arsip sebagai dasar dalam menjaga catatan sejarah. Ia menyatakan setuju dengan usulan penambahan anggaran untuk bidang kearsipan.
“Kawan-kawan meminta arsip ini ditambah anggarannya. Saya juga setuju. Sejak awal saya setuju,” ujar Dede.
Menurut Dede, penguatan arsip perlu didukung melalui komunikasi dengan sejumlah lembaga, termasuk Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran DPR RI, agar kebutuhan serta urgensi pengelolaan arsip dapat dipahami.
Dede kemudian mengaitkan pentingnya arsip dengan pencatatan sejarah. Ia menilai keberadaan arsip yang kuat diperlukan agar sejarah tidak mudah berubah.
“Sejarah ditulis oleh yang menang. Artinya, sejarah itu bisa berubah ketika arsipnya berubah,” katanya.
Dede mengatakan persoalan tersebut juga berkaitan dengan sejarah Sunda, termasuk era Pajajaran. Sebagai orang Sunda, ia mengaku kesulitan menemukan data sejarah Pajajaran yang lengkap.
“Karena saya sebagai orang Sunda, mencari data sejarah Pajajaran itu sangat sulit sekali. Ada sempalan-sempalan,” ujarnya.
Dalam konteks itu, Dede mengapresiasi langkah Dedi Mulyadi yang menggelar Milangkala Tatar Sunda. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya untuk menjaga dan mencatat perjalanan sejarah dan kebudayaan Sunda.
“Kita mengapresiasi apa yang dilakukan Gubernur Jawa Barat membuat Milangkala Tatar Sunda. Bagus itu,” kata Dede.
Ia juga menyebut pentingnya pendokumentasian sejarah yang lebih luas, termasuk mengenai Sriwijaya dan Sundaland. Menurut Dede, berbagai catatan tersebut perlu didukung arsip dan data yang memadai.
Dede menilai ANRI memiliki peran penting dalam menyediakan serta mengelola data kearsipan. Ia mengatakan pencatatan sejarah sebaiknya tidak hanya bergantung pada cerita dari satu sudut pandang.
Pernyataan Dede tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda mendapat kritik dari Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PKB, Maulana Yusuf.
Dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat pada 11 Mei 2026, Maulana menyampaikan interupsi terkait perayaan Milangkala Tatar Sunda dan program Sekolah Maung.
Maulana mempertanyakan dasar sejarah yang digunakan dalam pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda. Ia menyoroti penggunaan tanggal 18 Mei 669 Masehi serta rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 16 hari, dari 2 Mei hingga 18 Mei.
Menurut Maulana, rangkaian perjalanan kegiatan tersebut juga dinilai belum sesuai dengan urutan sejarah Sunda karena hanya mencakup sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Ini sama saja dengan mengajarkan sejarah Sunda yang salah terhadap masyarakat Jawa Barat dan pemerintah wajib memperbaiki itu,” ujar Maulana dalam rapat paripurna.
Selain persoalan sejarah, Maulana mempertanyakan transparansi anggaran pelaksanaan kegiatan. Ia menyebut perkiraan anggaran mencapai Rp2,7 miliar untuk kegiatan di empat kabupaten, sementara sumber pendanaan di wilayah lainnya dinilai belum dijelaskan secara rinci.
Maulana meminta pemerintah mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut secara terbuka kepada masyarakat. Ia juga meminta agar pelaksanaan kegiatan dihentikan sementara dan melibatkan para ahli sejarah Sunda untuk menyusun referensi sejarah yang lebih akurat.
“Maka hentikan pesta itu, pertanggungjawabkan apa yang telah terlaksana serta ganti dan perbaiki semuanya dengan mengumpulkan para ahli sejarah Sunda,” katanya.
Di tengah kritik tersebut, Dede Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap Milangkala Tatar Sunda dalam rapat bersama ANRI. Namun, dalam pernyataannya, Dede juga menekankan pentingnya penguatan arsip dan data agar pencatatan sejarah dapat dilakukan secara lebih baik.
Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/
Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/
Follow Instagram --------- / tribun_bengkulu
Like fanspage --------- / tribunbengkulu