Перейти к содержимому

FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 193 Masa Lalu Pak Henry, Bu Vero, Bu Medina Terkuak Kembali

SENADA Sena Davina

0:00 / 0:00

FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 193 Masa Lalu Pak Henry, Bu Vero, Bu Medina Terkuak Kembali

1 569 просмотров · 4 ч назад
SENADA Sena Davina
5,88 тыс. подписчиков
1 569 просмотров · 4 ч назад
FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 193 Masa Lalu Pak Henry Dan Bu Vero Terkuak Kembali. Lobi Hotel Royal Paradise terasa begitu dingin dan lengang ketika Bu Vero bergerak gelisah, menatap pintu masuk dengan napas yang tak teratur. Sosok yang ditunggunya akhirnya muncul, berjalan mantap membelah ketenangan ruangan. Begitu menatap keberadaan Pak Henry, Bu Vero langsung menyambutnya tanpa basa-basi, suaranya sarat akan desakan yang tak sabar. "Akhirnya kamu datang juga. Ayo langsung antar saya ke resepsionis. Minta bukakan akses untuk lihat buku tamu. Saya perlu daftar tamu yang nginep di sini." Langkah kaki Pak Henry justru terhenti, matanya menatap Bu Vero datar tanpa gerak sedikit pun. Sikap diam itu membuat Bu Vero semakin mendesak, "Henry kok diam sih. Ayo cepetan antar. Saya nggak punya banyak waktu." Bukannya melangkah menuju meja resepsionis, Pak Henry justru mencengkeram lengan Bu Vero dengan tegas, menariknya berbelok ke area yang lebih tersembunyi. "Ikut saya," potong Pak Henry dingin. Bu Vero merontokkan pegangan itu dengan ketusan tajam, "Apa-apaan sih! Saya ada urusan penting!" Pak Henry tak mengendurkan tekanannya sedikit pun dan membalas, "Ini lebih penting. Ayo." Langkah kaki mereka terburu-buru menyusuri koridor hotel, diiringi protes Bu Vero yang kian memuncak, "Apa sih Henry! Saya ada urusan penting! Ini penting loh! Pelan-pelan dong jalannya! Kamu jangan macam-macam ya! Ngapain di sini? Nanti pegawai kamu mikir yang enggak-enggak!" Langkah Pak Henry berhenti di sudut yang sunyi. Ia membalikkan badan, menatap lurus ke dalam manik mata Bu Vero dengan intensitas yang menegangkan. "Saya serius dengan kamu," ucapnya pelan namun berat. Bu Vero menimpalinya tanpa rasa takut, "Saya juga serius." Tatapan Pak Henry menajam, mengunci Bu Vero dalam intimidasi yang pekat. "Jawab. Apa benar Rian adalah anak kandung saya? Jawab Veronika! Apa benar kamu bohong? Kamu bohong supaya saya nggak menahan kamu untuk membawa Rian dari saya? Jawab Veronika!" cecar Pak Henry. Bu Vero terpaku sejenak, tatapannya menyirat keterkejutan. "Kamu tahu dari siapa?" bisiknya. "Angga," jawab Pak Henry tegas. "Angga bilang kamu sudah ceritakan itu semua ke dia. Ini hanya taktik kamu kan, supaya kamu bisa meninggalkan Aku?" Di tengah desakan kata-kata itu, riak ingatan masa lalu mendadak menghantam benak Bu Vero. Bayangan bertahun-tahun silam berputar memutar ulang detik-detik kehancuran pernikahan mereka, saat ia memergoki dan membaca pesan tersimpan di ponsel Pak Henry yang ditujukan untuk wanita lain bernama Medina: 9 tahun ternyata belum bisa menghilangkan rasa itu. Sejak kita bertemu lagi waktu itu, Aku tahu rasa itu masih ada Medina. Dan kenyataan kalau suami kamu membuat kamu sedih, membuat Aku marah. Ingin rasanya Aku melindungimu Medina. Kala itu, jeritan batin Bu Vero bergema penuh kepedihan: Benar kan, mereka diam-diam ketemu di belakang Aku. Dan nyatanya, Mas Hendri masih mencintai wanita itu. Seluruh cintanya masih milik Medina. Dia tetap mencintai Medina, padahal wanita itu sudah meninggalkannya dan menikah dengan pria lain. Sementara Aku... Lamunan masa lalu itu menyajikan adegan konfrontasi hebat yang membakar dada. Saat itu, Pak Henry mengejarnya dengan panik, "Vero! Vero kenapa kamu ambil handphone Aku? Vero!" Namun Bu Vero membalikkan badan seraya menunjukkan layar ponsel dengan tangan gemetar, "Apa maksudnya ini? Kenapa kamu tulis ini buat Medina?" Pak Henry terbata-bata gagap, "Aku... Aku..." Bu Vero menyambar cepat dengan air mata yang menetes deras, "Ternyata selama ini kamu masih mencintai dia. Kamu masih menemui dan melindungi dia. Iya Mas?" Pak Henry mencoba mendekat, "Vero Aku bisa jelaskan..." Niat itu langsung dipotong tajam oleh Bu Vero, "Nggak usah menjelaskan apa-apa! Tulisan ini sudah cukup menjelaskan semuanya! Kamu masih mencintai dia dan kamu nggak pernah anggap Aku ada!" Pak Henry berusaha menenangkan suasana yang kian kacau, "Vero, tenang dulu." Namun pertahanan Bu Vero sudah hancur sepenuhnya, "Kamu pikir Aku bisa tenang setelah Aku tahu kamu mengkhianati Aku? Kalau kamu masih Cinta perempuan itu kejar! Biar Aku yang pergi dari kehidupan kamu!" Bu Vero memutar tubuhnya dan melangkah pergi terburu-buru, meninggalkan Pak Henry yang berteriak panik memanggil namanya, "Vero! Vero! Vero! Vero, Vero! Kamu mau ke mana?" Tanpa menoleh, Bu Vero membalas dingin, "Ke manapun yang penting nggak ada kamu!" Pak Henry mengejar dan menahan langkahnya, "Kamu jangan bercanda Vero!" Bu Vero menatapnya penuh kebencian, "Kamu pikir Aku kelihatan lagi bercanda?" Pak Henry menegaskan posisinya, "Aku ini masih suami kamu Vero! Dan kamu nggak memikirkan anak-anak kita? Angga, Rian... kamu nggak kasihan sama mereka?" Bu Vero tertawa sinis menyembunyikan rasa sakitnya, #terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji