Jangan Membela Agama, Kalo Belum Paham Realitas
Niti Dharma
0:00 / 0:00
Jangan Membela Agama, Kalo Belum Paham Realitas
19 934 просмотра · 2 месяца назад
Niti Dharma
55,5 тыс. подписчиков
19 934 просмотра · 2 месяца назад
Sebelum membahas Tuhan, mungkin ada satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar: Apa sebenarnya yang disebut realitas?
Dalam video ini kita akan menjelajahi salah satu cabang filsafat paling fundamental, yaitu ontologi—kajian tentang hakikat keberadaan dan realitas.
Dukung Niti Dharma 👉 https://saweria.co/nitidharma
Support Lewat Paypal 👉 https://paypal.me/NitiDharma777
Mengapa agama Abrahamik, Hindu, Buddhisme, dan politeisme Yunani memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang Tuhan, alam semesta, penderitaan, dan tujuan hidup?
Ternyata jawabannya bukan hanya karena kitab suci yang berbeda, tetapi karena mereka memulai dari fondasi ontologis yang berbeda.
Video ini juga membahas bagaimana Plato, Aristoteles, Descartes, Spinoza, hingga neurosains modern melalui Predictive Processing, Anil Seth, dan Donald Hoffman kembali menghidupkan pertanyaan klasik:
Apakah dunia yang kita lihat benar-benar realitas, atau hanya model yang dibangun oleh otak?
Video ini bukan untuk menentukan agama mana yang benar, tetapi untuk memahami mengapa manusia bisa memiliki cara pandang yang sangat berbeda tentang Tuhan, kesadaran, moralitas, dan realitas.
Jika Anda menyukai filsafat, sejarah agama, neurosains, psikologi, dan pemikiran kritis, video ini akan membawa Anda pada salah satu pertanyaan terbesar yang pernah diajukan manusia.
"Video ini tidak bertujuan menentukan agama mana yang benar atau salah. Fokus kita adalah memahami ontologi—yakni fondasi tentang apa yang dianggap sebagai realitas tertinggi dalam berbagai tradisi filsafat dan agama. Karena jika fondasinya berbeda, maka wajar jika jawaban mereka tentang Tuhan, penderitaan, keselamatan, dan tujuan hidup juga berbeda."
Referensi Akademik :
Anil Seth.
Seth, A. (2021). Being You: A New Science of Consciousness. Dutton.
Donald Hoffman.
Hoffman, D. D. (2019). The Case Against Reality. W. W. Norton.
Plato.
Plato. (1992). Republic (G. M. A. Grube, Trans.). Hackett Publishing. (Original work ca. 380 BCE)
Spinoza.
Spinoza, B. (2002). Ethics. Hackett Publishing. (Original work published 1677)
Advaita Vedanta.
Radhakrishnan, S. (1994). The Principal Upanishads. HarperCollins.
📌Music Credit: 'At The End Of All Things' by Scott Buckley - released under CC-BY 4.0. www.scottbuckley.com.au
================================================================================
Mari Bangun Indonesia yang Lebih Sadar Bersama
Niti Dharma percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk berpikir.
Jika Anda individu, komunitas, organisasi, donor, maupun mitra yang memiliki visi yang sama dan ingin mendukung gerakan ini—baik melalui kolaborasi, kemitraan, sponsorship, investasi sosial, maupun dukungan terhadap produksi konten edukasi—kami akan senang berdiskusi bersama.
Kami juga sangat terbuka menerima masukan, kritik, maupun usulan topik yang layak diangkat agar diskusi publik di Indonesia semakin sehat dan berbasis nalar. Silakan hubungi kami melalui email: nitidharma777@gmail.com
Support channel ini dan jadi member Patreon Niti Dharma:
klik disini 👉 / nitidharma
================================================================================
🎁 E-BOOK GRATIS – Dekonstruksi Iman (5 Fase Perjalanan Batin)
Kalau kamu sedang ada di fase mempertanyakan… mungkin ini bisa jadi teman jalan:
Fase 1: Munculnya Keraguan
➤ https://payhip.com/b/bw5h1
Fase 2: Mencari Jawaban
➤ https://payhip.com/b/w0jvq
Fase 3: Krisis Makna & Identitas
➤ https://payhip.com/b/bJQ24
Fase 4: Marah, Kecewa, dan Sedih
➤ https://payhip.com/b/PrECW
Fase 5: Membangun Ulang Diri & Spiritualitas
➤ https://payhip.com/b/N4cGR
================================================================================
📚 Akses konten & bacaan reflektif lainnya:
Indonesia 👉 https://lynk.id/nitidharma
Global 👉 https://payhip.com/NitiDharma
================================================================================
🧠 Tentang Niti Dharma
Ini bukan channel untuk memberi jawaban siap pakai.
Ini tempat untuk berpikir… bahkan ketika berpikir itu tidak nyaman.
Kami percaya:
kebenaran tidak takut dipertanyakan.
Dan manusia tidak seharusnya takut untuk mencari.
================================================================================
🤝 Kalau kamu ingin support secara langsung:
Klik disini 👉 https://saweria.co/nitidharma
Setiap dukungan—kecil atau besar—
itu bukan sekadar donasi.
Itu tanda bahwa…
konten seperti ini masih dibutuhkan.
================================================================================
Terima kasih sudah tetap di sini.
Kita mungkin bukan suara mayoritas.
Tapi justru karena itu…
kita punya kesempatan untuk jadi suara yang jujur.
Dan kadang…
itu jauh lebih penting.
================================================================================