Перейти к содержимому

API DI BUKIT MENOREH Seri 051 - SANDIWARA RADIO ‪@bellizacollection‬

Belliza Collection

0:00 / 0:00

API DI BUKIT MENOREH Seri 051 - SANDIWARA RADIO ‪@bellizacollection‬

1 930 просмотров · 1 год назад
Belliza Collection
988 подписчиков
1 930 просмотров · 1 год назад
Subscribe @bellizacollection untuk kelanjutan cerita dan pesan koleksi Sandiwara Radio format mp3-nya di : • Bukalapak : Belliza Ebook (dikirim lewat link G-Drive) • Tokopedia : Belliza Fashion Store (dikirim dalam flashdisk) • Email : mybellizastore@gmail.com API DI BUKIT MENOREH - SANDIWARA RADIO Sebuah sandiwara radio kolosal yang membawa anda kembali pada sejarah masa lalu dimasa Kerajaan Pajang, Jipang Panolan dan Mataram dengan tokoh antara lain Sultan Hadiwijaya, Sutawijaya, Arya Panangsang, Ki Ageng Pemanahan, Ki Juru Martani. Agung Sedayu … Diceritakan sebagai adik dari Untara, tokoh utama Pasukan Pajang yang berjuang melawan sisa pengikut Arya Penangsang yang bergerilya. Ayahnya adalah salah seorang tokoh olah kanuragan sepuh yang masih dikenal baik oleh gurunya yaitu Kiai Gringsing. Ilmu ayahnya diwarisi tidak matang oleh pamannya Widura (adik ibunya) dan oleh Untara. Sedangkan ilmu lengkap ayahnya justru ditemukannya secara tidak sengaja ketika untuk pertama kalinya melakukan pati geni untuk memperdalam ilmu di gua dekat kampung Jati Anom, kampungnya. Agung Sedayu digambarkan sebagai seorang pemuda yang sangat penakut, tetapi bukan pengecut. Karena sifat penakutnya bahkan untuk melewati sebuah pohon raksasa di malam hari pun dia tidak berani. Sifat penakut ini karena terlalu dimanjakan ibunya saat masih kecil. Apalagi dia selalu berlindung di bawah ketiak kakaknya yang sangat kuat dan jantan serta berilmu. Kepenakutan Sedayu diceritakan hampir sampai dia remaja dan menjadi pemuda hingga persaingannya dengan Sidanti, baik dalam olah kanuragan maupun kelak dalam cinta. Meskipun penakut, Agung Sedayu memiliki kemampuan lain yang diatas rata-rata seperti membidik tepat melalui lemparan maupun memanah. Dia tidak pernah gagal, serta mampu mengukirkan apa yang dia baca dalam hatinya hingga tidak melupakannya.