Перейти к содержимому

Bukti AS Buntu Lawan Iran: Terlalu Bergantung pada Serangan Udara, Mudah Dibalas IRGC

Stori

0:00 / 0:00

Bukti AS Buntu Lawan Iran: Terlalu Bergantung pada Serangan Udara, Mudah Dibalas IRGC

3 419 просмотров · 11 часов назад
Stori
14,6 тыс. подписчиков
3 419 просмотров · 11 часов назад
Amerika Serikat kembali menyerang Iran pada Minggu (31/8/2026) dengan menghantam dua peluncur roket di Pulau Larak. Iran kemudian menyatakan telah membalas dengan meluncurkan rudal ke lokasi pasukan AS di Yordania. Serangan AS tersebut menjadi aksi militer pertama Washington terhadap Iran dalam sekitar satu bulan  Ilmuwan politik Universitas Chicago Robert Pape menilai Iran tengah membaca titik lemah Amerika, termasuk dampak ekonomi dan kondisi cadangan minyaknya. Menurut Pape, tekanan terhadap pasokan energi melalui Selat Hormuz dan Laut Merah menjadi salah satu cara Teheran meningkatkan beban terhadap Washington.  Dilema tersebut memperbesar pertanyaan mengenai jalan keluar Washington dari perang. Pengalaman Afghanistan menunjukkan bagaimana Amerika pernah menghabiskan dua dekade dalam konflik sebelum akhirnya pergi, sementara perang Iran sebelumnya dijanjikan Pete Hegseth akan berlangsung terfokus, mematikan, cepat, dan menentukan.  Simak selengkapnya dalam video berikut! Penulis Naskah: Nabilah Safirah Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty #Global #Konflik ##Kompascomlab #IRGC #SeranganAS #PulauLarak #SelatHormuz #SeranganIran #TrumpIran #PerangIran Music: Chariots of War - Aakash Gandhi