Perang Paregreg Majapahit, Demak, dan 8 Perang Saudara Lain yang Hancurkan Kerajaan Nusantara
Lapisan Waktu
0:00 / 0:00
Perang Paregreg Majapahit, Demak, dan 8 Perang Saudara Lain yang Hancurkan Kerajaan Nusantara
1 699 просмотров · 11 дней назад
Lapisan Waktu
1,15 тыс. подписчиков
1 699 просмотров · 11 дней назад
Kita sering membayangkan kerajaan-kerajaan besar Nusantara runtuh karena diserang musuh dari luar. Tapi sejarah membuktikan pola yang jauh lebih menyedihkan: berkali-kali, kerajaan-kerajaan paling perkasa justru dihancurkan oleh perebutan takhta dari dalam keluarganya sendiri. Inilah 10 kerajaan Nusantara yang hancur karena perang saudara.
📍 Daftar isi
00:00 — Pembuka
01:25 — Nomor 10: Kesultanan Kutai Kartanegara
03:15 — Nomor 9: Kesultanan Palembang Darussalam
05:09 — Nomor 8: Kerajaan Blambangan
07:07 — Nomor 7: Kesultanan Gowa-Tallo
09:36 — Nomor 6: Kerajaan Pagaruyung (Perang Padri)
11:46 — Nomor 5: Kesultanan Banten
14:12 — Nomor 4: Kerajaan Singhasari
16:25 — Nomor 3: Kesultanan Aceh Darussalam
18:45 — Nomor 2: Kesultanan Demak
20:41 — Nomor 1: Kerajaan Majapahit (Perang Paregreg)
22:59 — Penutup
CATATAN SUMBER
Nomor 10 — Kesultanan Kutai Kartanegara
Perang besar antara Kutai Kartanegara dan Kerajaan Kutai Martapura (Muara Kaman) yang sama-sama trah Kutai; dimenangkan Kutai Kartanegara yang kemudian menyerap wilayah dan warisan Martapura ke dalam kekuasaannya.
Kaltimkece.id, "Perang Kolosal Kutai Kertanegara versus Kerajaan Martapura di Muara Kaman yang Tak Berkaitan Agama" — kaltimkece.id/historia/peristiwa/perang-kolosal-kutai-kertanegara-versus-kerajaan-martapura-di-muara-kaman-yang-tak-berkaitan-agama
Nomor 9 — Kesultanan Palembang Darussalam
Krisis suksesi berkepanjangan (1804-1825) melibatkan Sultan Mahmud Badaruddin II dan pesaing takhta, dimanfaatkan Inggris dan Belanda yang silih berganti berkuasa, berujung penggulingan penuh kesultanan oleh Belanda tahun 1825.
Perpustakaan ANRI, "Kesultanan Palembang Dalam Pusaran Konflik (1804-1825)" — perpustakaan.anri.go.id
Lib UI, "Perebutan kekuasaan di Kesultanan Palembang (1804-1825)" — lib.ui.ac.id/detail?id=20305490
Nomor 8 — Kerajaan Blambangan
Kerajaan Hindu terakhir di Jawa, terkoyak perpecahan internal akibat rebutan pengaruh Mataram Islam, Bali, dan VOC; berakhir tragis lewat Perang Puputan Bayu (1771).
Intisari.grid.id, "Blambangan, Kerajaan Hindu Terakhir di Jawa yang Takluk di Tangan VOC" — intisari.grid.id/read/033948803/blambangan-kerajaan-hindu-terakhir-di-jawa-yang-takluk-di-tangan-voc
Nomor 7 — Kesultanan Gowa-Tallo
Perpecahan internal elite Gowa-Tallo pasca-Perjanjian Bongaya (1667) soal sikap terhadap VOC, memperdalam ketergantungan kesultanan pada VOC di dekade-dekade berikutnya.
CNN Indonesia, "Perjanjian Bongaya, Penyebab Runtuhnya Kerajaan Gowa Tallo" — cnnindonesia.com/nasional/20210608164421-31-651810/perjanjian-bongaya-penyebab-runtuhnya-kerajaan-gowa-tallo
An-nur.ac.id, "Keruntuhan Kesultanan Gowa-Tallo: Penyebab, Proses, dan Dampaknya" — an-nur.ac.id/blog/keruntuhan-kesultanan-gowa-tallo-penyebab-proses-dan-dampaknya.html
Nomor 6 — Kerajaan Pagaruyung (Perang Padri)
Perang Padri (1803-1837) dimulai sebagai konflik internal kaum Padri vs kaum adat di Minangkabau, menyeret istana Pagaruyung, berujung intervensi Belanda dan hilangnya kemandirian politik wilayah ini.
Nomor 5 — Kesultanan Banten
Konflik Sultan Ageng Tirtayasa vs putranya Sultan Haji (1682-1683); Sultan Haji bersekutu dengan VOC untuk merebut takhta, berujung monopoli dagang VOC atas Banten dan penangkapan Sultan Ageng.
Tirto.id, "Sejarah Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa Terhadap VOC" — tirto.id/sejarah-perlawanan-sultan-ageng-tirtayasa-terhadap-voc-ggc3
Kompas.com, "Konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji"
Nomor 4 — Kerajaan Singhasari
Pemberontakan Jayakatwang (1292) terhadap Kertanegara memanfaatkan kelengahan saat ekspedisi Pamalayu, mengakhiri Singhasari dan membuka jalan berdirinya Majapahit oleh Raden Wijaya.
Kompas.com, "Pemberontakan Jayakatwang, Penyebab Runtuhnya Kerajaan Singasari" —
Nomor 3 — Kesultanan Aceh Darussalam
Krisis suksesi berkepanjangan setelah wafatnya Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Thani, ditandai pergantian penguasa (termasuk beberapa sultanah) yang melemahkan sentralisasi kekuasaan Aceh secara bertahap.
Nomor 2 — Kesultanan Demak
Perebutan takhta berdarah antara Sunan Prawoto dan Arya Penangsang (1549) setelah wafatnya Sultan Trenggono, berujung kekalahan dan kematian Arya Penangsang oleh koalisi bangsawan Jawa, memindahkan pusat kekuasaan ke Pajang.
Kompas.com (Kumparan), "Latar Belakang Terjadinya Perebutan Kekuasaan Kerajaan Demak" — kumparan.com/sejarah-dan-sosial/latar-belakang-terjadinya-perebutan-kekuasaan-kerajaan-demak-226gl25dwsO
Nomor 1 — Kerajaan Majapahit (Perang Paregreg) — FINALE
Perang saudara besar (1404-1406) antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi memperebutkan takhta Majapahit; dimenangkan Wikramawardhana namun kerusakan akibat perang ini memicu pelemahan bertahap yang berujung keruntuhan penuh Majapahit awal abad ke-16.
Kompas.com, "Perang Paregreg: Penyebab, Kronologi, dan Dampak" — regional.kompas.com/read/2023/06/17/075500678/perang-paregreg--penyebab-kronologi-dan-dampak
Wikipedia bahasa Indonesia, "Perang Regreg" — id.wikipedia.org/wiki/Perang_Regreg