Перейти к содержимому

FILM PENDEK FLS3N 2026 || GUMELAR || SMAN 1 NGLAMES KABUPATEN MADIUN

SMAN 1 NGLAMES MADIUN

0:00 / 0:00

FILM PENDEK FLS3N 2026 || GUMELAR || SMAN 1 NGLAMES KABUPATEN MADIUN

3 355 просмотров · 4 месяца назад
SMAN 1 NGLAMES MADIUN
1,84 тыс. подписчиков
3 355 просмотров · 4 месяца назад
I. IDE Film ini mengangkat tema perjuangan seorang siswi SMA dalam mempertahankan mimpinya di bidang seni tari tradisional, meskipun mendapat larangan dari ibunya karena trauma masa lalu. Cerita ini menampilkan konflik keluarga, keberanian, serta pentingnya dukungan orang tua terhadap cita-cita anak. II. FILM STATEMENT “Mimpi tidak seharusnya diwarisi bersama luka, tetapi diperjuangkan bersama harapan.” Film ini ingin menyampaikan bahwa setiap anak berhak mengejar mimpinya, dan orang tua perlu memahami bahwa masa lalu tidak selalu harus menjadi penghalang masa depan. III. SINOPSIS Seorang siswi SMA bernama Naya memiliki kecintaan besar terhadap tari tradisional. Namun, ibunya melarang keras karena memiliki trauma masa lalu yang berkaitan dengan dunia tari. Diam-diam, sepulang sekolah Naya tetap berlatih tari. Ia menyembunyikan jarik dan selendang di dalam tas sekolahnya. Pada suuatu hari, ketika Naya pulang malam dari sekolah sang ibu yang telah menunggu Naya sedari sore menyambutnya di depan itu ketika itu sang ibu memergoki Naya yang membawa jarik di dalam tasnya lalu sang ibu langsung menarik jarik tersebut sontak terjadi pertengkaran hebat. Naya merasa terluka karena mimpinya terus dianggap salah. Ia kemudian memilih berlatih sendiri di sebuah joglo tua yang sepi. Dengan tekad kuat, Naya terus menari tanpa menyerah. Tanpa ia sadari, seseorang merekam perjuangannya dan mengunggahnya ke TikTok dan Instagram.Video itu viral dan banyak orang memberikan dukungan serta pujian atas semangatnya melestarikan budaya. Melihat hal tersebut, sang ibu mulai tersadar bahwa anaknya tidak sedang mengulang luka masa lalu, melainkan sedang membangun masa depannya sendiri. Akhirnya, ibunya merestui Naya dan memberikan selendang lamanya sebagai simbol restu, harapan, dan mimpi yang kembali hidup (Gumelar)