Перейти к содержимому

Hou Yi Memberikan Eliksir Keabadian… Tapi Chang’e Melakukan Hal yang Tak Terduga

Atlas Sejarah

0:00 / 0:00

Hou Yi Memberikan Eliksir Keabadian… Tapi Chang’e Melakukan Hal yang Tak Terduga

233 просмотра · 10 дн. назад
Atlas Sejarah
103 подписчика
233 просмотра · 10 дн. назад
Ia menunggu ribuan tahun di Bulan… hingga akhirnya pria itu datang. Dahulu kala, sepuluh matahari membakar bumi hingga manusia hampir kehilangan harapan. Di tengah bencana itu, muncul Hou Yi, sang pemanah legendaris yang berani menantang langit dan menembakkan panahnya untuk menyelamatkan umat manusia. Namun setelah menjadi pahlawan, Hou Yi hanya menginginkan satu hal: hidup bersama wanita yang dicintainya, Chang'e. Ketika Ibu Suri Barat memberinya ramuan keabadian, Hou Yi memilih menyerahkannya kepada Chang'e. Tetapi sebuah pengkhianatan mengubah segalanya. Terpaksa meminum ramuan tersebut demi mencegahnya jatuh ke tangan yang salah, Chang'e terbang menuju Bulan dan meninggalkan Hou Yi di bumi. Ribuan tahun berlalu. Chang'e hidup sendirian di Istana Guanghan bersama Kelinci Giok, sementara Hou Yi terus menatap Bulan dan menantikan istrinya. Namun takdir belum selesai. Ketika kehidupan fana Hou Yi akhirnya berakhir, roh sang pemanah naik menuju Bulan. Dan untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun… mereka akhirnya bertemu kembali. Kisah ini adalah salah satu legenda cinta paling terkenal dalam mitologi Tiongkok, yang juga berkaitan dengan kisah Chang'e, Hou Yi, Kelinci Giok, dan Festival Musim Gugur (Mid-Autumn Festival). Jika kamu menyukai mitologi Tiongkok, legenda kuno, kisah cinta tragis, cerita Chang'e dan Hou Yi, serta dongeng sejarah Asia, jangan lupa subscribe untuk kisah-kisah lainnya. #ChangE #HouYi #MitologiTiongkok #LegendaTiongkok #chinesemythology