Перейти к содержимому

Mazdjo Pray | DARI RAFFI AHMAD SAMPAI KIKY SAPUTRI, BIKIN NGAMUK NETIZEN? | Republik Katanya #6

YouthTV Indonesia

0:00 / 0:00

Mazdjo Pray | DARI RAFFI AHMAD SAMPAI KIKY SAPUTRI, BIKIN NGAMUK NETIZEN? | Republik Katanya #6

70 873 просмотра · 10 ч назад
YouthTV Indonesia
592 тыс. подписчиков
70 873 просмотра · 10 ч назад
*JANGAN MEMBODOHI RAKYAT! KETIKA POLITIK BERUJUNG BOIKOT ARTIS DAN UMKM IKUT TERANCAM* Ada yang sedang berubah di negeri ini! Dulu, artis dekat dengan pejabat dianggap punya prestise. Sekarang, sebagian warganet justru mulai menyerukan boikot terhadap figur publik, acara hiburan, bahkan produk yang dianggap terlalu dekat dengan kekuasaan. Kontroversi Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 menjadi salah satu pemicunya. Apalagi setelah muncul pengakuan peserta yang ternyata bukan mahasiswa dan menerima bayaran untuk menghadiri acara tersebut. Nama Raffi Ahmad ikut menjadi sorotan. Meski Raffi sudah memberikan klarifikasi bahwa dirinya hanya hadir sebagai undangan dan tidak terlibat dalam penyelenggaraan, gelombang kritik telanjur meluas. Dampaknya terasa hingga RANS Carnival di Yogyakarta. Sejumlah musisi seperti Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes memutuskan mundur. Beberapa tenant UMKM juga membatalkan keikutsertaan. *TAPI ADA SATU HAL YANG MAU SAYA TEGASKAN: JANGAN MEMBODOHI RAKYAT!* Mau mendukung pemerintah? Silakan! Mau mengkritik pemerintah? Itu juga hak rakyat! Tetapi jangan sampai aspirasi publik dipermainkan melalui kegiatan yang mengatasnamakan masyarakat tanpa kejelasan siapa yang sebenarnya diwakili. Dan jangan sampai kemarahan politik justru membuat rakyat kecil ikut menanggung kerugian. Dalam episode **REPUBLIK KATANYA bersama MAZDJO PRAY**, kita membahas: 1. Kenapa sebagian warganet mulai memboikot artis yang dianggap dekat kekuasaan? 2. Apa yang sebenarnya terjadi dalam kontroversi Deklarasi Sumpah Pemuda? 3. Mengapa RANS Carnival kehilangan sejumlah pengisi acara dan tenant? 4. Apakah boikot menjadi kekuatan baru masyarakat dalam mengontrol figur publik? 5. Bagaimana menjaga idealisme seniman tanpa mengorbankan penghasilan kru dan pekerja? 6. Siapa yang bertanggung jawab jika pedagang UMKM mengalami kerugian akibat kontroversi acara? 7. Bagaimana membedakan kritik yang sehat dengan penghakiman berdasarkan asosiasi politik? *SAYA PUNYA SIKAP:* Rakyat Indonesia bukan penonton bodoh yang bisa terus-menerus disuguhi pertunjukan politik. Tapi idealisme juga jangan sampai menghilangkan empati terhadap mereka yang hanya berusaha mencari nafkah. Kalau yang dipersoalkan adalah elite atau penyelenggara, jangan otomatis semua pedagang, seniman, dan pekerja kecil ikut dihukum. Karena kritik yang sehat bukan sekadar berani marah. Kritik juga harus adil, rasional, dan bertanggung jawab. *REPUBLIK KATANYA!* Bersama MAZDJO PRAY Politik boleh serius, tapi membahasnya nggak harus tegang! --- *SEKARANG GILIRAN ANDA BERKOMENTAR!* Menurut Anda, boikot artis yang dianggap dekat pemerintah adalah bentuk kesadaran politik masyarakat, atau sudah mulai menjadi penghakiman massal? Dan siapa yang harus melindungi UMKM serta pekerja seni ketika sebuah acara terkena dampak boikot? Tulis pendapat Anda di kolom komentar. Berbeda pendapat boleh, asal tetap pakai akal sehat. Jangan lupa LIKE, SHARE, SUBSCRIBE, dan aktifkan lonceng notifikasi *YOUTH TV INDONESIA* untuk mengikuti episode terbaru REPUBLIK KATANYA bersama MAZDJO PRAY. *Catatan:* Program ini merupakan opini dan analisis komunikasi politik berdasarkan informasi publik. Dugaan yang belum terbukti tidak diperlakukan sebagai fakta. Setiap pihak tetap memiliki hak jawab dan klarifikasi. --- #RepublikKatanya #MazdjoPray #YouthTVIndonesia #JanganBodohiRakyat #BoikotArtis #RANSCarnival #RaffiAhmad #SumpahPemuda2026 #PolitikIndonesia #OpiniPolitik #KomunikasiPolitik #UMKM #PekerjaSeni #CancelCulture #BeritaPolitik