Перейти к содержимому

Balistik Antarbenua Iran Siap-siap Unjuk Gigi Ratakan Daratan AS, Drone Arash sebagai Pembuka Jalan

Tribun Video

0:00 / 0:00

Balistik Antarbenua Iran Siap-siap Unjuk Gigi Ratakan Daratan AS, Drone Arash sebagai Pembuka Jalan

10 575 просмотров · 6 часов назад
Tribun Video
743 тыс. подписчиков
10 575 просмотров · 6 часов назад
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/965... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUN-VIDEO.COM - Iran dilaporkan sedang merancang rudal balistik antarbenua (ICBM) berjangkauan hingga 15.000 kilometer yang siap meratakan target di daratan Amerika Serikat. Jangkauan raksasa tersebut melampaui jarak geografis ke Pantai Timur AS dan langsung menempatkan wilayah strategis Washington serta NATO dalam bahaya besar. Mengutip Al Mayadeen pada (25/9), sebagai pembuka jalan, Angkatan Bersenjata Iran telah menata ulang jajaran pasukannya serta memproduksi drone tempur Arash secara massal. Wakil Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Alireza Sheikh, menegaskan bahwa kehadiran militer AS di kawasan hanyalah pameran kekuatan semata. Jenderal Sheikh menyebut belum ada negara mana pun yang berani menantang pangkalan militer AS secara agresif seperti yang dilakukan Iran sejak Perang Dunia II. Teheran dinilai berhasil membuktikan keunggulannya dalam mengendalikan peta pertempuran melalui penerapan taktik perang asimetris tingkat tinggi. Dalam pandangan militer Iran, perjanjian damai atau gencatan senjata hanyalah batas periode istirahat singkat sebelum konflik babak baru dimulai. Pihak Angkatan Bersenjata menegaskan bahwa seluruh strategi dan logika medan perang disusun secara presisi berbasis data sains, bukan atas dasar emosi. Iran mengklaim telah mematahkan ilusi musuh yang meyakini bahwa satu kali gelombang serangan saja cukup untuk melumpuhkan pertahanan Teheran. Untuk menjaga kedaulatan wilayah, pengawasan penuh atas jalur logistik vital Selat Hormuz dipastikan berada mutlak di bawah kendali militer Iran. Sheikh menggarisbawahi bahwa kekuatan militer yang solid dan dominan merupakan pondasi utama bagi para diplomat Iran untuk bernegosiasi dari posisi kuat. Pembuktian daya jera militer Iran diklaim telah teruji secara nyata selama periode sengit pertempuran 12 hari hingga perang 40 hari. Teheran juga mengonfirmasi penguasaan teknologi pertahanan udara baru yang terbukti mampu melumpuhkan serta menembak jatuh drone canggih milik AS. Dengan kombinasi drone Arash dan ancaman rudal ICBM jarak jauh, Iran siap mengubah peta geostrategis serta menghancurkan dominasi militer Amerika Serikat. (Tribun-Video.com) Program: Tribun Video Update Host: Yessy Arisanti Wienata Editor Video: titis tiara Uploader: Panji Anggoro Putro