Перейти к содержимому

WEBINAR OBSTETRI DASAR TERINTEGRASI

nakesindonesia

0:00 / 0:00

WEBINAR OBSTETRI DASAR TERINTEGRASI

105 просмотров · Трансляция закончилась 5 месяцев назад
nakesindonesia
318 подписчиков
105 просмотров · Трансляция закончилась 5 месяцев назад
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama derajat kesehatan suatu bangsa. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dan laporan rutin kesehatan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menurunkan angka kematian ini guna mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Dua penyebab utama yang sering kali terlambat ditangani adalah Preeklamsia dan Kelainan Kongenital. Preeklamsia merupakan "the silent killer" dalam kehamilan. Secara global, preeklamsia menyumbang sekitar 14% dari kematian ibu per tahun. Studi terbaru menunjukkan bahwa komplikasi ini sebenarnya dapat diprediksi sejak usia kehamilan dini. Intervensi berupa pemberian aspirin dosis rendah sebelum usia kehamilan 16 minggu terbukti efektif menurunkan risiko preeklamsia berat hingga 60-80%. Namun, pada praktiknya, skrining yang melibatkan pengukuran Mean Arterial Pressure (MAP), pemeriksaan Doppler arteri uterina, dan identifikasi faktor risiko sering kali belum terlaksana secara sistematis di tingkat pelayanan dasar. Di sisi lain, Kelainan Kongenital atau cacat bawaan menyumbang proporsi yang signifikan pada angka kematian neonatal dan disabilitas jangka panjang. Seiring dengan kemajuan teknologi ultrasonografi (USG), deteksi kelainan struktural janin (seperti anencephaly atau kelainan dinding perut) serta marker kelainan kromosom (seperti nuchal translucency) kini sudah dapat dilakukan pada trimester pertama (usia 11-13 minggu). Deteksi dini ini krusial bukan hanya untuk terminasi pada kasus yang tidak kompatibel dengan kehidupan, tetapi juga untuk persiapan mental orang tua dan perencanaan persalinan di pusat kesehatan yang memiliki fasilitas memadai (rujukan terencana). Transformasi Kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI melalui penguatan Layanan Primer mewajibkan tenaga kesehatan, baik dokter umum di Puskesmas maupun bidan, untuk memiliki kompetensi dasar dalam pengawasan kehamilan yang terintegrasi. Penggunaan USG dasar oleh dokter umum di FKTP kini menjadi standar baru yang harus diimbangi dengan pengetahuan klinis yang mumpuni agar tidak terjadi salah diagnosis atau keterlambatan rujukan. Berdasarkan urgensi tersebut, diperlukan sebuah forum ilmiah berskala nasional yang menyatukan perspektif medis terbaru dengan protokol klinis yang aplikatif. Webinar Nasional "Obstetri Dasar Terintegrasi: Deteksi Dini Kelainan Janin dan Skrining Preeklamsia pada Trimester Pertama" ini hadir sebagai upaya edukasi berkelanjutan bagi para klinisi untuk memperketat lini pertahanan pertama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, demi melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. #edukasikesehatan #pelatihankesehatan #nakesindonesia #emergencymedicine #webinarmedis