Перейти к содержимому

SERI SAHABAT NABI 147#Al-Nu'man bin Muqarrin: Panglima Pembebas Nahawand & Air Mata Umar bin Khattab

ben madien

0:00 / 0:00

SERI SAHABAT NABI 147#Al-Nu'man bin Muqarrin: Panglima Pembebas Nahawand & Air Mata Umar bin Khattab

39 просмотров · 2 нед. назад
ben madien
52 подписчика
39 просмотров · 2 нед. назад
"Jika kuucapkan takbir pertama, bersiaplah! Jika kuucapkan takbir kedua, majulah ke arah yang kutunjukkan. Dan jika kuucapkan takbir ketiga, serang! Aku akan berada paling depan di antara kalian!" Kalimat tegas itu diucapkan oleh Al-Nu'man ibnu Muqarrin, sang panglima pilihan Khalifah Umar ibnu al-Khattab. Beliau memimpin pasukan Muslim dalam Pertempuran Nahawand—perang penentu yang menghancurkan Imperium Persia! Namun, di balik kemenangan gemilang itu, sang panglima gugur terpanah musuh. Ketika kabar kesyahidannya sampai ke Madinah, Khalifah Umar ibnu al-Khattab menundukkan kepala dan meneteskan air mata mendalam. Bagaimana perjalanan hidup Al-Nu'man ibnu Muqarrin? Mulai dari memboyong 400 penunggang kuda Bani Muzainah untuk masuk Islam, menolak harta pajak demi memilih jihad, hingga meraih cita-cita tertingginya yaitu syahid di Nahawand? Simak kisah selengkapnya! Al-Nu'man ibnu Muqarrin adalah sahabat Nabi keturunan Bani Muzainah. Ayahnya bernama Muqarrin ibnu 'Aidz al-Muzani. Sebagian pendapat menyebutkan bahwa nama aslinya adalah 'Amr ibnu Muqarrin ibnu 'Aidz, dengan nama panggilan (kunyah) Abu 'Amr dan Abu Hakim. Al-Nu'man merupakan salah satu pemuka Bani Muzainah. Perkampungan mereka terletak di jalur yang sangat strategis antara Makkah dan Madinah. Karena posisinya ini, wilayah mereka kerap dilalui oleh berbagai kafilah. Mengingat lokasinya yang lebih dekat ke Madinah, Al-Nu'man sering mendengar kabar tentang Rasulullah SAW dan ajaran Islam. Semakin banyak berita yang sampai kepadanya, semakin membuncah rasa cinta di hatinya kepada Nabi SAW, serta timbul dorongan kuat untuk segera menemui beliau. Pada suatu hari, Al-Nu'man mengumpulkan kaumnya dan berkata: "Aku sedang berpikir dan merenungkan ajaran Muhammad. Menurutku, semua yang dia katakan adalah kebaikan. Dia adalah Rasul pembawa rahmat dan keadilan. Apa yang dia dakwahkan penuh dengan kebaikan dan ajaran yang mulia, tak ada keburukan sama sekali. Setiap hari, semakin banyak orang menjadi pengikutnya. Kusampaikan kepada kalian bahwa aku telah bertekad untuk menemuinya esok. Siapa saja di antara kalian yang ingin ikut, bersiaplah!"