Перейти к содержимому

[Full] Presiden Prabowo Menjawab Pernah Ngadu ke Jokowi Soal Menteri yang Sulit Ditemui

Tribun Bengkulu

0:00 / 0:00

[Full] Presiden Prabowo Menjawab Pernah Ngadu ke Jokowi Soal Menteri yang Sulit Ditemui

6 158 просмотров · 4 дня назад
Tribun Bengkulu
660 тыс. подписчиков
6 158 просмотров · 4 дня назад
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan di pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Prabowo mengaku pernah mengadu kepada Jokowi karena ada seorang menteri yang disebutnya sulit ditemui. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang ditayangkan melalui kanal YouTube Prabowo Subianto, Rabu (16/9/2026). Program bertajuk “(Part 1) Presiden Prabowo Menjawab: Kebijakan, Tantangan, dan Masa Depan Indonesia” itu berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dalam sesi diskusi, Prabowo membahas persoalan birokrasi yang menurutnya dapat menjadi tantangan dalam pemerintahan. Ia menyinggung keberadaan birokrat yang disebutnya tidak mudah disentuh atau diatur. Prabowo menggunakan istilah “deep state” untuk menggambarkan birokrasi yang menurutnya tidak mau diatur. "Jadi, birokrasi yang enggak mau diatur," ujar Prabowo. Dalam pembahasan tersebut, Prabowo mengatakan terdapat perbedaan masa kerja antara pejabat politik dan birokrat. Menurutnya, seorang pemimpin politik memiliki batas masa jabatan, sementara birokrat dapat berada di kementerian selama puluhan tahun hingga pensiun. "Kalau si PNS, birokrat ini, dia bisa 20 tahun di kementerian itu," katanya. Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi Menteri Pertahanan. Ia mengaku pernah menyampaikan persoalan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. "Eee saya pernah komplain ke Pak Jokowi. Beliau Presiden, saya menterinya," ujar Prabowo. Prabowo mengatakan dirinya pernah meminta waktu untuk bertemu dengan Jokowi karena ada seorang menteri yang disebutnya tidak bersedia menemuinya selama satu tahun. "Saya bilang, 'Pak, Bapak Presiden, saya minta waktu menghadap Bapak, paling lambat 3 hari Bapak terima saya. Ini salah satu menteri Bapak sudah 1 tahun saya minta ketemu, dia enggak mau ketemu saya,'" kata Prabowo. Prabowo juga mengungkapkan dirinya pernah mengirim surat kepada menteri tersebut. Namun, menurut Prabowo, surat itu baru mendapatkan jawaban setelah satu tahun. "Saya tulis surat ke menteri itu, dijawab 1 tahun kemudian. Dari Jakarta ke Jakarta," ujar Prabowo. Ia kemudian membandingkan pengalaman tersebut dengan komunikasi yang diterimanya dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat. "Loh, Menteri Pertahanan Amerika tulis surat ke saya cepat," kata Prabowo. Meski menceritakan pengalaman tersebut, Prabowo memilih tidak menyebut nama menteri yang dimaksud. "Ini saya sampaikan, tapi sudahlah itu, saya enggak mau sebut namanya," ujar Prabowo. Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/ Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram ---------   / tribun_bengkulu   Like fanspage ---------   / tribunbengkulu