CORETAN TERAKHIR | FLS3N 2025 FILM PENDEK | Kabupaten Solok | SMAN 1 KUBUNG | LUCENT
Muhammad Rayhan Muttaqim
0:00 / 0:00
CORETAN TERAKHIR | FLS3N 2025 FILM PENDEK | Kabupaten Solok | SMAN 1 KUBUNG | LUCENT
150 просмотров · 8 дней назад
Muhammad Rayhan Muttaqim
15 подписчиков
150 просмотров · 8 дней назад
Dalam sunyi yang menyelimuti ruang sempit itu, seorang anak merawat ibunya yang sakit, sambil tetap menggenggam mimpi yang perlahan memudar. Ia mendesain poster bukan hanya untuk lomba, tapi sebagai bentuk perlawanan—melawan lelah, melawan lupa, dan melawan waktu yang terus mengikis harapannya. Ketika teman-temannya menjauh dan dunia terasa asing, ia tetap memilih bertahan. Untuk ibunya. Untuk satu-satunya cinta yang tersisa.
Film ini tak berjalan lurus. Alurnya maju dan mundur—mengajak kita menyusuri potongan-potongan kenangan yang berantakan, luka yang belum sembuh, dan harapan yang masih menyala di balik duka. Ini bukan sekadar kisah tentang kemenangan, melainkan tentang kehilangan yang diam-diam menguatkan, dan cinta yang tetap tinggal meski raganya telah tiada. Meski ibunya pergi, ia tidak berhenti. Ia melanjutkan karya-karya yang dulu diciptakan dengan air mata dan cinta. Ia tumbuh, berkarya, dan sukses, menjadikan setiap desainnya sebagai jejak cinta yang tak pernah padam. Karena baginya, berkarya adalah cara paling tulus untuk tetap bersama ibunya—selamanya.