Перейти к содержимому

Ust. H. Mas'udi HS - Kajian Rutin Kamis (Ba'da Sholat Magrib)

Masjid Ami Abdullah

0:00 / 0:00

Ust. H. Mas'udi HS - Kajian Rutin Kamis (Ba'da Sholat Magrib)

340 просмотров · Трансляция закончилась 2 нед. назад
Masjid Ami Abdullah
430 подписчиков
340 просмотров · Трансляция закончилась 2 нед. назад
📜 Laporan Kajian: Menjaga Tauhid dan Menghindari Kesyirikan Oleh: Ust. H. Mas'udi HS Kajian ini membahas pentingnya menjaga kemurnian Tauhid serta bahaya melakukan kesyirikan dalam kehidupan sehari-hari, dengan menekankan bahwa doa dan ibadah harus ditujukan hanya kepada Allah SWT. 🔑 Poin-Poin Utama Tiga Dosa Besar: Berdasarkan Surah Al-Furqan ayat 68-69, terdapat tiga dosa besar yang dapat menyebabkan seseorang terhapus dari catatan sebagai hamba Allah jika tidak segera bertobat: 1. Berdoa atau meminta kepada selain Allah. 2. Membunuh jiwa yang diharamkan Allah tanpa alasan yang benar. 3. Melakukan perbuatan zina. Berdoa Langsung kepada Allah: Ustadz menekankan agar kita berdoa menggunakan Asmaul Husna. Beliau meluruskan kekeliruan masyarakat yang meminta bantuan atau berdoa melalui perantara orang yang sudah meninggal atau benda-benda keramat. Beliau menegaskan bahwa orang mati tidak mendengar doa kita, dan jika mereka mendengar pun, mereka tidak mampu mengabulkan permintaan tersebut. Kisah Wanita Tua dari Madinah: Ustadz menceritakan kisah seorang wanita tua yang sedang berobat di Mesir. Ketika disarankan untuk berziarah ke makam Imam Husein agar lekas sembuh, wanita itu menjawab dengan bijak: "Kuburan kakeknya Husein di kampung ku, dan aku tidak berdoa disitu. Bagaimana mungkin orang mati bisa menyembuhkan orang hidup, padahal saat hidupnya pun dia tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri?" Ini adalah pengingat agar kita tidak terjebak dalam keyakinan yang salah. Hakikat Tawassul: Ustadz menjelaskan bahwa tawassul (perantara) yang benar adalah meminta didoakan oleh orang saleh yang masih hidup. Beliau mencontohkan Khalifah Umar bin Khattab yang tidak lagi bertawassul kepada Nabi Muhammad SAW setelah beliau wafat, melainkan meminta paman Nabi, Abbas bin Abdul Muthalib (yang masih hidup), untuk memimpin doa saat terjadi kemarau panjang. Keutamaan Istigfar: Mengutip Surah Al-Anfal ayat 33, Ustadz menjelaskan bahwa istigfar adalah kunci perlindungan dari azab Allah. Selama seorang hamba mau memohon ampun, Allah menjamin keamanan baginya. 💡 Kesimpulan Kajian ini ditutup dengan ajakan untuk membersihkan diri dari praktik-praktik jahiliyyah yang masih sering ditemukan, seperti menggantungkan jimat atau benda-benda tertentu dengan harapan mendapatkan perlindungan atau keberuntungan. Ustadz berpesan agar di sisa usia kita, kita hendaknya memperbanyak istigfar (permohonan ampun) sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT agar kita selamat di dunia dan di hari pembalasan nanti. 🤲✨