Перейти к содержимому

Ribuan Masjid Dihancurkan di China, Komunis Memang Agak Laen?

Niti Dharma

0:00 / 0:00

Ribuan Masjid Dihancurkan di China, Komunis Memang Agak Laen?

77 264 просмотра · 7 месяцев назад
Niti Dharma
54,4 тыс. подписчиков
77 264 просмотра · 7 месяцев назад
Apa yang sebenarnya terjadi ketika masjid di China kehilangan kubahnya? Apakah benar ribuan masjid dihancurkan oleh negara? Dan mengapa dunia Muslim relatif sunyi? 📥 Link eBook "Cacat Logika Dalam Dogma Agama" disini ➤ http://lynk.id/nitidharma/ek6pn5ommp6r Download via Payhip disini ➤ https://payhip.com/b/jU9u1 Video ini membedah kebijakan “sinisisasi agama” di bawah kepemimpinan Xi Jinping, termasuk laporan dari Human Rights Watch dan Australian Strategic Policy Institute mengenai penutupan dan perubahan fungsi masjid di wilayah seperti Ningxia dan Xinjiang. Kita juga membandingkannya dengan fenomena sekularisasi di Belanda, di mana gereja berubah fungsi bukan karena tekanan negara, tetapi karena penurunan jemaat. Lalu refleksi dibawa ke Indonesia: Mengapa penolakan pembangunan gereja masih terjadi? Mengapa politik identitas mudah masuk ke demokrasi elektoral? Apakah ini masalah agama, atau insentif sistem politik? Video ini tidak sekadar membahas China. Ini tentang relasi negara, agama, kekuasaan, dan batas kebebasan di masyarakat majemuk. Karena pada akhirnya, pertanyaannya bukan hanya: Siapa yang mengatur agama? Tapi: Seberapa jauh negara boleh mengatur makna iman warganya? Dukung Niti Dharma 👉 https://saweria.co/nitidharma Support Lewat Paypal 👉 https://paypal.me/NitiDharma777 📚 REFERENSI AKADEMIK / JURNAL ILMIAH : 1. Human Rights Watch. (2023). China: Mosque Closures and Restrictions in Ningxia and Gansu. HRW Report. 2. Australian Strategic Policy Institute. (2020). Cultural Erasure: Tracing the Destruction of Uyghur and Islamic Spaces in Xinjiang. ASPI Policy Brief. 3. Clarke, M. (2017). The Xinjiang Crisis: Uyghur Identity and the Politics of Counterterrorism in China. Foreign Policy Research Institute. 4. Künkler, M., & Stepan, A. (2013). Democracy and Islam in Indonesia. Columbia University Press. 5. Mietzner, M. (2018). Fighting Illiberalism with Illiberalism: Islamist Populism and Democratic Deconsolidation in Indonesia. Pacific Affairs, 91(2), 261–282. 6. Crouch, M. (2010). Implementing the Regulation on Places of Worship in Indonesia: New Problems, Local Politics and Court Action. Asian Studies Review, 34(3), 403–419. Music Credit: Dark Times by Kevin MacLeod is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 license. https://creativecommons.org/licenses/... Source: http://incompetech.com/music/royalty-... Artist: http://incompetech.com/ ================================================================================ 🎁 Download GRATIS E-BOOK Dekonstruksi Iman di bawah ini. 5 Fase Tahapan Dekonstruksi Iman: Fase 1 : Munculnya Keraguan ➤ https://payhip.com/b/bw5h1 Fase 2 : Mencari Jawaban ➤ https://payhip.com/b/w0jvq Fase 3 : Krisis Makna dan Identitas ➤ https://payhip.com/b/bJQ24 Fase 4 : Marah, Kecewa, dan Sedih ➤ https://payhip.com/b/PrECW Fase 5 : Membangun Ulang Diri dan Spiritualitas ➤ https://payhip.com/b/N4cGR DAPATKAN KOLEKSI BACAAN PENCERAHAN DIRI DENGAN NALAR SEHAT DARI NITI DHARMA MEDIA : 💡 Untuk Indonesia disini 👉 https://lynk.id/nitidharma 💡 Untuk yang di luar negeri 👉 https://payhip.com/NitiDharma ================================================================================ Kadang kita nggak sadar… bahwa berpikir itu juga butuh ruang. Dan ruang seperti ini… jarang ada yang benar-benar menjaganya. Kalau kamu merasa konten di channel Niti Dharma ini ada gunanya— entah itu bikin kamu mikir ulang, atau sekadar merasa “nggak sendirian” dalam mempertanyakan sesuatu… Kamu bisa bantu kami tetap hidup. Support channel ini dan jadi member Patreon Niti Dharma: klik disini 👉   / nitidharma   Sejak channel ini demonetisasi oleh YouTube, setiap konten yang kamu lihat di sini… tidak ada gangguan iklan. Dan jujur aja—karya2 kami ini dibuat bukan karena sistem mendukung, meskipun tidak ada pendapatan iklan dari Youtube atas konten kami tapi karena kami memilih untuk tetap bersuara. Dan itu ada biayanya, dan support dari kalian sangat berarti. ================================================================================ 🧠 Tentang Niti Dharma Ini bukan channel untuk memberi jawaban siap pakai. Ini tempat untuk berpikir… bahkan ketika berpikir itu tidak nyaman. Kami percaya: kebenaran tidak takut dipertanyakan. Dan manusia tidak seharusnya takut untuk mencari. ================================================================================ 🤝 Kalau kamu ingin support secara langsung: https://saweria.co/nitidharma Setiap dukungan—kecil atau besar— itu bukan sekadar donasi. Itu tanda bahwa… konten seperti ini masih dibutuhkan. ================================================================================ Terima kasih sudah tetap di sini. Kita mungkin bukan suara mayoritas. Tapi justru karena itu… kita punya kesempatan untuk jadi suara yang jujur. Dan kadang… itu jauh lebih penting. ================================================================================