Перейти к содержимому

APA ITU DOA? - Arti, Makna dan Cara yang Benar di Hadapan Allah - Renungan Hari Ini

GWK Mission

0:00 / 0:00

APA ITU DOA? - Arti, Makna dan Cara yang Benar di Hadapan Allah - Renungan Hari Ini

57 просмотров · 1 дн. назад
GWK Mission
277 подписчиков
57 просмотров · 1 дн. назад
Sahabat GWK, apa sebenarnya DOA? Apakah doa hanya meminta sesuatu kepada Tuhan? Apakah ada jam tertentu untuk berdoa? Bagaimana dengan puasa? Lalu mengapa kita perlu doa syafaat dan meminta orang lain mendoakan kita? Kalau kita mempelajari Yesus, Daniel, Musa, Elia dan kehidupan jemaat mula-mula, kita menemukan sesuatu: Doa bukan sekadar manusia berbicara kepada Allah. Doa yang benar dimulai ketika Allah berbicara melalui Firman-Nya, manusia mendengar, percaya, lalu merespons-Nya. DOA ADALAH RELASI, BUKAN TRANSAKSI. Ketika Yesus mengajarkan doa dalam Matius 6, Dia memulainya:“Bapa kami yang di sorga..” Bukan pertama-tama:“Berikanlah, Sembuhkanlah, Berkatilah.” Tetapi: “Bapa kami.” Artinya, doa pertama-tama adalah RELASI, bukan transaksi. Kita datang sebagai anak kepada Bapa. Kita menyembah, mengaku dosa, bersyukur, memohon, bersyafaat dan akhirnya menyerahkan semuanya kepada kehendak Allah. DOA YANG BENAR BERDIRI DI ATAS FIRMAN. Perhatikan Daniel. Daniel 9:2 katakan: Daniel membaca kitab Nabi Yeremia dan memahami Firman Tuhan mengenai tujuh puluh tahun. Apa yang dilakukan Daniel? Daniel 9:3 berkata: “Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa..” Lihat urutannya, yaitu: FIRMAN, IMAN, DOA. Elia juga berkata: “Atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.” Jadi jangan hanya membawa keinginan kita kepada Tuhan. Bawalah Firman Tuhan ke dalam doa kita. Baca Firman. Renungkan. Percayai, kemudian berdoalah berdasarkan kebenaran yang TUHAN nyatakan. (1 Raja-raja 18:36). APA ITU DOA SYAFAAT? Sekarang ada satu dimensi doa yang sering kita lupakan, yaitu: DOA SYAFAAT. Doa syafaat berarti membawa kebutuhan, pergumulan dan kehidupan orang lain ke hadapan Allah. Tetapi kita juga boleh meminta saudara seiman mendoakan kita. Lihat Daniel 2. Daniel menghadapi masalah yang mustahil: Raja Nebukadnezar meminta rahasia mimpinya dinyatakan. Daniel tidak berkata: “Saya nabi. Saya bisa berdoa sendiri.” Daniel pulang menemui Hananya, Misael dan Azarya. Daniel 2:18 katakan bahwa mereka diminta memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu. Mereka berdoa bersama. Lalu Daniel 2:19 katakan: Rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Mari Perhatikan polanya: KRISIS, KOMUNITAS, DOA SYAFAAT, JAWABAN ALLAH, UCAPAN SYUKUR. Bahkan Rasul Paulus meminta jemaat: “Berdoalah untuk kami.” Artinya, meminta orang lain mendoakan kita bukan tanda iman yang lemah. Daniel melakukannya. Paulus melakukannya. Karena ada pergumulan yang kita bawa secara pribadi kepada TUHAN, tetapi ada saatnya saudara-saudara seiman berdiri bersama kita dalam doa. KAPAN KITA HARUS BERDOA? Daniel 6:10 menunjukkan bahwa Daniel berdoa tiga kali sehari. Mazmur 55 berbicara tentang: petang, pagi dan tengah hari. Markus 1:35 katakan: Yesus bangun pagi-pagi benar ketika hari masih gelap dan pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Tetapi jangan salah: Bukan jamnya yang berkuasa. Allah-lah yang berkuasa. 1 Tesalonika 5:17 katakan: “Tetaplah berdoa.” Jadi milikilah waktu doa yang disiplin, tetapi hiduplah dalam persekutuan dengan TUHAN sepanjang hari. BAGAIMANA DENGAN DOA PUASA? Puasa bukan cara memaksa Allah. Bukan: “Tuhan, karena aku sudah tidak makan, Engkau harus mengabulkan permintaanku.” Daniel berdoa dan berpuasa. Ester dan orang Yahudi berpuasa menghadapi krisis. Jemaat Antiokhia berdoa dan berpuasa ketika mencari pengarahan Tuhan. Puasa adalah tindakan merendahkan diri dan memusatkan perhatian kepada Allah. Karena itu ketika berpuasa, kita: Membaca Firman TUHAN. Memeriksa Hati kita, Mengakui dosa. Kita Berdoa dan mencari kehendak Allah. BAGAIMANA SEBENARNYA CARA BERDOA? Mari ingat lima kata ini: MENYEMBAH. MENGAKU. BERSYUKUR. MEMOHON DAN BERSYAFAAT. BERSERAH. Saat Menyembah, kita berkata: “TUHAN, Engkau kudus dan berdaulat.” Ketika Mengaku:“Selidikilah aku dan ampunilah dosaku.” Saat Bersyukur:“Terima kasih atas kasih dan pemeliharaan-Mu.” Ketika Memohon dan bersyafaat: “Inilah pergumulanku, keluargaku, saudara-saudaraku, gerejaku, bangsaku dan pemimpin-pemimpinku.” Kemudian kita: BERSERAH dalam percaya pada-Nya. DOA TERTINGGI. Di taman Getsemani YESUS berdoa: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku..” Yesus jujur menyampaikan keinginan-Nya. Tetapi kemudian, YESUS katakan: “Bukan seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Inilah puncak doa! Bukan:“Tuhan, lakukanlah kehendakku.” Tetapi: “TUHAN, JADILAH KEHENDAK-MU.” 📱Subscribe, follow & share channel: GWK Mission: • Youtube:    / @gwkmission   • Tiktok:   / gwk.mission   • Instagram:   / gwkmission   #apaitudoa #doakristen #renungankristen #doa #doasyafaat #firmantuhan #yesuskristus #tuhanyesus #renunganharian #renungankristiani #kristen #kekristenan #imankristen #kehendakallah #pendoasyafaat #doayesus #christianyouth #christianmotivation #renunganhariini #gwkmission