Перейти к содержимому

TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 155 Senyuman Bu Vero Mengguncang Perasaan Sena Davina

SENADA Sena Davina

0:00 / 0:00

TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 155 Senyuman Bu Vero Mengguncang Perasaan Sena Davina

1 721 просмотр · 2 часа назад
SENADA Sena Davina
5,14 тыс. подписчиков
1 721 просмотр · 2 часа назад
TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 155 Senyuman Bu Vero Yang Mengguncang Perasaan Sena Dan Davina. Udara malam perlahan mendingin, membungkus ketegangan yang pekat di antara bayang-bayang lampu kota. Di sebuah sudut yang remang, Dipa Andika berdiri berdua bersama Melani, menciptakan jarak yang menyesakkan. Melani tampak ketakutan, jemarinya yang gemetar menggenggam erat sebuah gelas minuman seolah benda itu adalah satu-satunya pelindung. Dengan nada suara yang tegas dan penuh intimidasi, Dipa Andika menatap tajam ke arah perempuan itu, melontarkan kalimat yang langsung memecah keheningan, "Tadi kamu sengaja isengin saya." Sebelum Melani sempat membela diri, langkah kaki mendekat dan sosok Sena tiba-tiba muncul di antara mereka. Senyum tersungging di bibir Sena saat ia berkata dengan santai, "Saya yang suruh Melani hubungin kamu." Suasana mendadak menegang ketika Dipa Andika mendengus, melampiaskan kekesalannya dengan ketus, "Saya nggak nggak punya banyak waktu," lalu menambahkan dengan penekanan dingin, "Saya sibuk." Tak gentar sedikit pun, Sena membalas dengan senyum sinis yang mengiris kesabaran, "Sibuk, wajib lapor." Tersudut namun enggan menunjukkan kelemahan, Dipa Andika mendadak mengangkat kedua tangannya, menyindir tajam penuh sarkasme, "Ampun pak saya nggak bersalah." Menghadapi tingkah kekanak-kanakan itu, Sena hanya berdiri dengan tenang, membiarkan senyuman penuh kemenangan tersungging di wajahnya. Jauh dari ketegangan itu, atmosfer berbeda tersaji di area wastafel Avenue & Co Steakhouse, di mana gemercik air mengalir membasuh tangan dua orang pria pengunjung yang tengah berbincang santai. Salah satu dari mereka merendahkan suara, melontarkan pertanyaan ringan, "Bapak kesini dapat voucher juga?" Tanpa disadari oleh kedua pria tersebut, di balik pintu salah satu bilik toilet yang tertutup rapat, Reza berdiri terpaku, menyimak setiap kata yang terucap dengan mata yang menyipit tajam. Bergeser ke dalam kabin mobil yang melaju di jalanan malam, Reza duduk bersama Dion, sementara Candra fokus mengemudikan kendaraan di kursi pengemudi. Dengan napas yang memburu dan amarah yang tertahan, Reza bersuara tegas, "Mereka semua orang bayaran dan gue udah pegang buktinya." Dion yang mendengarnya langsung menimpali tanpa ragu, "Kumpulin deh buktinya di sini biar gua kirim ke sena." Kendaraan terus melaju menembus kemacetan malam hingga terhenti di sebuah lampu merah yang berpendar merah di antara deru kendaraan. Di lajur sebelah, sebuah taksi berhenti, dan Bu Vero yang duduk di dalamnya menoleh ke luar jendela, lalu memanggil Davina dengan senyuman hangat penuh arti. Mendengar namanya dipanggil, Davina menoleh spontan ke arah mobil Bu Vero. Namun, di dalam taksi yang sama, kehadiran Sena yang duduk di samping Davina mendadak membuat pria itu tertegun kaget. Napasnya tertahan, jantungnya berdegup kencang, dan dalam hatinya ia bergumam penuh keheranan, "Davina, mama… ya Allah. kok bisa pas banget ketemu taksi mama di sini." #terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji