Перейти к содержимому

1 Raja-raja 8:14-21, Aku Berhasil karena Siapa? | eSH 17 Okt '26

Sahabat Santapan Harian

0:00 / 0:00

1 Raja-raja 8:14-21, Aku Berhasil karena Siapa? | eSH 17 Okt '26

131 просмотр · 2 нед. назад
Sahabat Santapan Harian
212 подписчиков
131 просмотр · 2 нед. назад
◾Artikel Renungan : https://sabda.org/publikasi/e-sh/2026... 📞 0811 9910 377 ◾Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks. ◾Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab Sabtu, 17 Oktober 2026 (Minggu ke-20 sesudah Pentakosta) ◾1 Raja-raja 8:14-21 ◾Aku Berhasil karena Siapa? Setelah seseorang meraih keberhasilan, satu dari dua pilihan ini bisa terjadi. Pertama, membanggakan diri dan menganggap semuanya adalah hasil dari perbuatannya sendiri. Kedua, mengakui peran orang-orang di sekitarnya yang menolongnya hingga berhasil dan berterima kasih, termasuk kepada Tuhan. Bagaimana dengan Raja Salomo? Bait Suci telah selesai didirikan. Tabut Perjanjian telah diletakkan di tempatnya. Awan melingkupi Bait Suci, menunjukkan bahwa kemuliaan TUHAN hadir di situ. Setelah semua keberhasilan itu, apa yang dikatakan oleh Raja Salomo? Dia mengajak seluruh rakyat mengingat sejarah, yaitu Raja Daud yang telah diberi kekuasaan oleh TUHAN dan ingin mendirikan rumah untuk nama TUHAN, ternyata TUHAN tidak mengizinkan (19). Keturunannyalah yang akan mendirikan rumah itu (19). Raja Salomo menyampaikan bahwa dengan berdirinya Bait Suci saat itu, Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Raja Daud (20). Melalui kata-katanya itu, Raja Salomo membuat pernyataan terbuka bahwa keberhasilannya mendirikan Bait Suci bukan karena dirinya sendiri. Hal itu terjadi karena, Pertama, TUHAN telah berjanji kepada Daud. Kedua, itu juga terjadi karena TUHAN berkenan pada pembangunan Bait Suci itu. Kebijaksanaan dan kerendahhatian Raja Salomo terlihat jelas dalam kata-katanya. Dia tidak mengeklaim keberhasilan sebagai hasil perbuatannya, tetapi mengakuinya sebagai kehendak dan perkenan TUHAN. Mari kita melihat ke belakang ke segala hal yang telah terjadi dalam hidup kita. Tanpa menilai besar kecilnya, setiap kita pasti pernah mengalami kesuksesan. Mari kita ingat, siapa saja yang berperan dalam kesuksesan itu. Berikan apresiasi kepada mereka, baik melalui ucapan langsung maupun dalam doa. Namun, terlebih lagi, mari kita akui bahwa itu semua terjadi karena kehendak Tuhan. Kalau bukan Tuhan yang memberi kesempatan, mengirimkan bantuan, bahkan menunjukkan jalan penyelesaian, tak mungkin kita mencapai kesuksesan. Tanamkan pola pikir ini dalam diri kita agar kita rendah hati dalam tiap keberhasilan. [KRS]