Перейти к содержимому

Akui MBG Ada Masalah, Prabowo Tak Neko-neko Pecat yang Melakukan Pelanggaran

Tribun Bengkulu

0:00 / 0:00

Akui MBG Ada Masalah, Prabowo Tak Neko-neko Pecat yang Melakukan Pelanggaran

2 191 просмотр · 16 ч назад
Tribun Bengkulu
659 тыс. подписчиков
2 191 просмотр · 16 ч назад
Presiden Prabowo Subianto mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengatakan pemerintah akan menertibkan berbagai bentuk penyimpangan dan pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut. Hal itu disampaikan Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab: Ketegasan, Kebijakan, Tantangan, dan Masa Depan Indonesia” yang ditayangkan melalui kanal YouTube Prabowo Subianto pada Rabu (16/9/2026). Dalam program yang berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, itu, Prabowo berdiskusi bersama sejumlah jurnalis senior dan pakar. Saat memaparkan sejumlah program pemerintah, Prabowo menyebut pelaksanaan MBG berkembang pesat. Namun, ia mengakui masih terdapat persoalan yang perlu ditertibkan. “MBG sangat pesat berkembangnya, tapi ya kita harus tertibkan semua penyimpangan, mismanagement, pelanggaran ya,” ujar Prabowo. Ia juga menyinggung persoalan yang disebutnya berkaitan dengan karakter dan moral hazard dalam pelaksanaan program. “Jadi pribadi-pribadi yang sudah diberi pendidikan, penataran, perlakuan yang baik, gaji yang baik tetap mentalnya mental enggak baik ya harus kita pecat,” kata Prabowo. Selain MBG, Prabowo dalam kesempatan tersebut turut memaparkan sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan, perbaikan sekolah, perumahan, hilirisasi, hingga Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Untuk bidang pendidikan, Prabowo menyebut pemerintah menambah fasilitas kelas dengan layar pintar. Menurut dia, hingga akhir tahun seluruh sekolah di Indonesia diharapkan memiliki empat kelas yang dilengkapi fasilitas tersebut. “Interaktif, dia ada software-nya, konten semua kurikulum ada di situ dan sebagainya. Ini saya kira akan sangat membantu pemerataan kualitas pendidikan,” ujarnya. Prabowo juga menyebut pemerintah terus melakukan renovasi sekolah serta meningkatkan program di bidang perumahan. Sementara di sektor hilirisasi, ia menyebut pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama sekitar 20 proyek. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan perkembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Ia mengatakan sekitar 6.000 koperasi telah beroperasi. Menurut Prabowo, keberadaan koperasi tersebut nantinya diharapkan membentuk rantai pasok hingga tingkat desa sehingga dapat memangkas sejumlah biaya logistik. “Jadi menurut saya nanti Koperasi Merah Putih adalah langkah yang sangat krusial ya, karena pertama kali dalam sejarah Republik kita punya rantai pasok sampai ke desa. Berarti kita bisa memotong banyak sekali biaya logistik,” kata Prabowo. Ia menjelaskan, petani nantinya diharapkan hanya melalui satu perantara sebelum produknya sampai kepada konsumen, yakni koperasi yang dimiliki masyarakat. Prabowo juga memperkirakan dampak dari skema tersebut baru akan terasa dalam beberapa tahun mendatang, yakni sekitar 2027 hingga 2028. Dalam penjelasannya, Prabowo menyebut saat ini produk pertanian dapat melewati beberapa perantara sebelum sampai kepada konsumen. Dengan adanya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, ia berharap rantai distribusi tersebut dapat dipangkas sehingga memberikan manfaat bagi petani sekaligus konsumen. Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/ Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram ---------   / tribun_bengkulu   Like fanspage ---------   / tribunbengkulu