Bahlil Duga LNG RI Dijual Ulang, Singapura Klarifikasi Soal Perdagangan Gas
Tribun Kaltim Official
0:00 / 0:00
Bahlil Duga LNG RI Dijual Ulang, Singapura Klarifikasi Soal Perdagangan Gas
1 949 просмотров · 12 ч назад
Tribun Kaltim Official
962 тыс. подписчиков
1 949 просмотров · 12 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Pemerintah Singapura membantah dugaan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengenai sebagian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Indonesia yang disebut dijual kembali ke negara lain.
Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Singapura menjelaskan, LNG yang diperdagangkan perusahaan-perusahaan berbasis Singapura umumnya tidak dikirim secara fisik ke negara tersebut.
Kargo gas biasanya bergerak langsung dari negara asal menuju negara tujuan.
Penjelasan itu disampaikan juru bicara METI kepada media, menyusul pernyataan Bahlil yang menduga sebagian LNG Indonesia yang dikirim ke Singapura tidak seluruhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
METI menegaskan, gas alam yang diimpor Singapura dari Indonesia melalui jaringan pipa digunakan untuk konsumsi dalam negeri, bukan untuk diekspor kembali.
Juru bicara METI juga menjelaskan bahwa Singapura merupakan salah satu pusat perdagangan internasional, termasuk untuk komoditas LNG.
Lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di negara tersebut membeli, memasarkan, dan memperdagangkan LNG dari berbagai pasar global, termasuk Indonesia.
Dalam aktivitas perdagangan itu, keputusan komersial terkait kargo dapat dilakukan oleh perusahaan yang berbasis di Singapura.
Namun, LNG yang diperdagangkan tidak selalu melewati wilayah Singapura secara fisik.
Keterangan METI tersebut menjadi respons atas dugaan Bahlil yang disampaikan setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Saat itu, Bahlil menyebut Indonesia telah mengirimkan 148 kargo LNG ke Singapura.
Ia menduga tidak seluruh pasokan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik Singapura, melainkan sebagian dimanfaatkan dalam kegiatan perdagangan untuk kemudian dipasarkan ke negara lain.
Bahlil juga menyebut ekspor gas Indonesia ke Singapura mencapai 409,5 juta kaki kubik standar per hari atau MMSCFD.
Namun, ia tidak merinci periode pengiriman 148 kargo LNG yang menjadi dasar dugaan tersebut.
Penulis: Fachri Mahayupa
Sumber: Tribunnews.com
Editor: Robin Ono Saputra
#lngindonesia
#metisingapura
#bahlillahadalia
#eksporgas