Перейти к содержимому

KRAKATAU ‘KAU DATANG’ — Live The 49th JAZZ GOES TO CAMPUS (JGTC)

Manusia Kamar

0:00 / 0:00

KRAKATAU ‘KAU DATANG’ — Live The 49th JAZZ GOES TO CAMPUS (JGTC)

10 079 просмотров · 1 месяц назад
Manusia Kamar
43,6 тыс. подписчиков
10 079 просмотров · 1 месяц назад
Jazz Goes To Campus (disingkat JGTC) adalah acara musik jazz tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1976 dan merupakan perintis festival jazz di Indonesia. Tahun ini sudah menginjak tahun ke 49 dengan menampilakan 2 band jazz legendaris Indonesia sejak era 80an : KARIMATA dan KRAKATAU. Penonton disuguhi sejumlah momen eksklusif mulai dari battle performance, kolaborasi lintas personel, hingga saling bertukar lagu yang menjadi ciri khas masing-masing grup. Karimata merupakan salah satu kelompok jazz fusion paling berpengaruh di Indonesia sejak era 1980-an. Dibentuk oleh Candra Darusman, Aminoto Kosin, Erwin Gutawa, Denny TR, dan Budhy Haryono. Karimata berhasil memadukan jazz, fusion, pop, dan unsur musik Indonesia dalam karya-karya yang hingga kini tetap menjadi referensi bagi banyak musisi. Formasi terakhir minus Denny TR dan Erwin Gutawa dan digantikan oleh Indro Hardjodikoro, Donny Koeswinarno dan Kharis semangat musikal Karimata tetap terjaga dan selalu mendapat sambutan hangat dari para penikmat jazz. Krakatau juga tonggak penting dalam sejarah jazz Indonesia. Kelompok yang digawangi Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma, Gilang Ramadhan, dan Trie Utami ini dikenal dengan eksplorasi musik yang memadukan jazz, progressive rock, musik tradisi Nusantara, hingga world music. Belakangan ini Pra Budi Dharma absen dan digantikan oleh Barry Likumahuwa. Sementara Donny Suhendra yang telah berpulang perannya digantikan oleh Andre Dinuth. Konser ini juga dimeriahkan oleh Ricky Basuki, Lydia Nursaid, dan Harvey Malaihollo dan acara dipandu oleh Indra Bekti dan Shinta Juju. Bagi para pencinta jazz, pertemuan Karimata dan Krakatau dalam satu panggung tentu menjadi kesempatan langka. Kedua grup telah melahirkan berbagai karya penting yang memberi warna pada perjalanan musik jazz modern Indonesia, sekaligus menginspirasi banyak musisi lintas generasi. Dan pertemuan perdana di panggung yang sama terjadi pada tahun 1988. Melalui Jazz Goes To Campus – The City Series Vol. 2, penyelenggara kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem jazz Indonesia. Lebih dari sekadar konser nostalgia, acara ini menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, kreativitas, dan semangat regenerasi, memperlihatkan bahwa jazz Indonesia terus bergerak, menemukan audiens baru, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Ide awal JGTC dicetuskan oleh Candra Darusman pada tahun 1970-an, yang ketika itu masih menjadi mahasiswa di FEUI. Kebetulan musik jazz saat itu sedang diminati oleh masyarakat dan mahasiswa. Pada awalnya, JGTC dilangsungkan di sebuah Taman MIPA Kampus UI Salemba, Jakarta, dengan fasilitas seadanya. Tujuan Candra Darusman saat itu sangat sederhana, "Bringing Jazz to Campus", terutama karena Jazz adalah musik yang mahal pada saat itu, yang tersedia hanya di hotel dan cafe-cafe mewah. Namun saat ini, JGTC telah berkembang menjadi rangkaian acara yang berlangsung lebih dari satu bulan. Dalam perjalanannya, JGTC menghadirkan berbagai pre-event seperti roadshow, kompetisi, workshop, dan community night yang tersebar di berbagai lokasi sebagai bentuk pendekatan ke komunitas dan audiens yang lebih luas. Rangkaian ini kemudian ditutup dengan acara puncak berupa JGTC Festival yang diselenggarakan di area kampus FEB UI Depok—menyesuaikan dengan lokasi perkuliahan saat ini—dengan menghadirkan 4 panggung pertunjukan serta didukung oleh lebih dari 35 penampil dari dalam maupun luar negeri. Sejak JGTC ke-32 yang diadakan pada tahun 2009, panitia menyelenggarakan roadshow sebagai bagian dari rangkaian acara Jazz Goes to Campus. JGTC Roadshow telah diadakan di beberapa kota di Indonesia, seperti Yogyakarta, Semarang, Bali, Bandung, dan Bandar Lampung, Malang, Palembang dan Surabaya. JGTC Roadshow bertujuan untuk melanjutkan visi "Bringing Jazz to Campus", terutama di kota-kota besar di luar Jabodetabek. Selama bertahun-tahun, JGTC telah berkembang menjadi salah satu festival kampus yang paling dinanti dengan jumlah pengunjung pada tahun 2006 serta tahun-tahun kedepannya mencapai 15.000-22.000 orang. Hampir setiap tahun penyelenggaraannya, JGTC selalu mendatangkan artis berskala internasional. Bintang-bintang jazz yang pernah tampil dalam acara ini antara lain Depapepe, Raisa, Olivia Ong, Sondre Lerche, Ray Harris, Bubi Chen, Bill Saragih, Benny Likumahuwa, Barry Likumahuwa, Ireng Maulana, Jack Lesmana, Indra Lesmana Reborn, Riza Arshad, Balawan, Tohpati, Syaharani, Elfa Secioria, Gilang Ramadhan, The Groove, Tulus, Maliq & D'Essentials, Gugun Blues Shelter, Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Coco York, Cabaleros, Claire Martin Quintet, Glenn Fredly, Tompi, Andien, Lenka, Daniel Powter, Samifati, hingga Boyzlife. Salam Musik Indonesia 🎼🎸🎹🤟🇮🇩 #manusiakamar #konser #livemusik #konsermusik #musiklive #laguhits #jazz #musikjazzindonesia #musikjazz #konser #musikindonesia #jazzy #karimata #krakatau #fusion #etnik #jazzgoestocampus #jgtc #ui #universitasindonesia #febui #indralesmana #candradarusman