Hanya Arya Saloka dan Christine hakim yang peduli pertiwi PRESS CONFERENCE FILM EMPAT MUSIM PERTIWI
HistorikaDotCom
0:00 / 0:00
Hanya Arya Saloka dan Christine hakim yang peduli pertiwi PRESS CONFERENCE FILM EMPAT MUSIM PERTIWI
607 просмотров · 4 дн. назад
HistorikaDotCom
18,5 тыс. подписчиков
607 просмотров · 4 дн. назад
Kepulangan Pertiwi dimulai! Forka Films
menghadirkan perjalanan paling emosional dengan pengalaman sinematik imersif
lewat film Empat Musim Pertiwi, karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek, Kamila
Andini, dan produser Ifa Isfansyah. Penonton diajak untuk menyelami
musim-musim dalam kehidupan Pertiwi yang penuh luka, trauma, hingga harapan.
Lanskap alam Bromo memberikan tekstur kuat pada Empat Musim Pertiwi,
berpadu dengan tata busana ala cowboy western, yang menjadikan perjalanan
seorang perempuan yang baru saja pulang setelah 20 tahun dipenjara seperti sebuah
pengembaraan panjang tak ada ujung.
Penonton akan diajak untuk menyelami musim-musim dalam hidup Pertiwi, yang
diperankan dengan sangat baik oleh Putri Marino. Putri mampu menampilkan
dimensi kedalaman karakter Pertiwi yang bertumbuh dari rasa sakitnya, hingga ia
menemukan sebuah rumah pulang, bersama orang-orang yang terpinggirkan di
kampungnya.
Empat Musim Pertiwi bukan sekadar tentang seseorang yang kembali ke suatu
tempat, tetapi tentang apa yang kita temukan ketika berani kembali menghadapi
sesuatu yang pernah ditinggalkan.
“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma
kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat
bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan
kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain. Bicara
tentang trauma kolektif, tapi juga bicara tentang collective power yang bisa
didapatkan dari perjalanan Pertiwi,” ujar penulis dan sutradara Kamila
Andini.
Pada hari yang sama saat rilis di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026, Empat
Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026.
Perjalanan ini juga menjadi bukti kualitas sinematik dan penjelajahan Kamila Andini
yang semakin menemukan tempatnya di peta perfilman internasional. Sebelumnya,
film ini tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival
(TIFF), dan akan berlanjut ke Tokyo International Film Festival dan Singapore
International Film Festival (SGIFF) 2026.