Wirata Parwa 7 - Mangkok Sedekah Indra - Radheya Potong Kavacha Kundala - Minta Sakti Sebagai Ganti
mystory-FM
0:00 / 0:00
Wirata Parwa 7 - Mangkok Sedekah Indra - Radheya Potong Kavacha Kundala - Minta Sakti Sebagai Ganti
75 просмотров · 5 дней назад
mystory-FM
62 подписчика
75 просмотров · 5 дней назад
Mangkok Sedekah Indra - Radheya Potong Kavacha Kundala - Minta Sakti Sebagai Ganti
Deskripsi Youtube Ringkasan Semua Cerita Bukan Percakapan:
Matahari terbit perlahan di timur seolah enggan mengantarkan hari yang berarti kematian putranya. Radheya menunggu dengan tidak sabar hingga matahari mencapai puncaknya, tubuhnya panas demam aneh dan matanya menyala seperti bara. Tepat tengah hari setelah selesai menyembah matahari, seorang Brahmana datang dengan mangkuk sedekah terulur meminta sedekah.
Brahmana itu ternyata adalah Indra. Ia menolak kekayaan, sapi, dan emas, ia hanya menginginkan Kavacha dan Kundala milik Radheya. Radheya menawarkan zirah dan anting lain yang lebih mahal bahkan kerajaannya, karena dua benda itu tidak bisa dilepas dan merupakan pelindung dari kematian yang dicelup Amrita makanan para dewa. Brahmana bersikeras bahwa ini adalah sedekah terbesar yang pernah diberikan.
Radheya yang sudah tahu identitas Brahmana tersebut tersenyum dan mengakui bahwa Indra adalah pemberi terbesar seperti Parjanya dalam memberi, dan merasa terhormat ketika penguasa para dewa meminta anugerah kepadanya. Meskipun tahu bahwa memberikan pelindung itu sama dengan memberikan nyawanya sendiri dan mengingkari janjinya kepada Duryodhana untuk membunuh Arjuna, ia tetap memotong zirah dari tubuhnya dan memutuskan anting dari telinganya dengan pisau, lalu meletakkannya di kaki Brahmana. Wajahnya bercahaya kebahagiaan karena telah mengorbankan hidup demi Dharmanya, air mata mengalir, dan bunga-bunga turun dari langit.
Indra terharu dan menawarkan anugerah apa pun kecuali senjata pribadinya Vajra. Radheya menjelaskan bahwa menerima imbalan akan mengurangi keagungan memberi, namun ia meminta Sakti milik Indra agar dunia tidak mencela Indra yang telah meminta nyawa seorang pemberi. Sakti tersebut hanya bisa dipakai sekali untuk satu musuh dan pasti membunuh. Indra mengabulkannya, menghilangkan bekas luka agar Radheya lebih mulia dari sebelumnya, dan mengingatkan bahwa selama Arjuna dilindungi Krishna inkarnasi Tuhan, bahkan Sakti pun tidak akan mampu melukainya.
Indra kemudian memberkati bahwa mulai hari itu Radheya akan disebut Karna karena memberikan Kundala dan Vaikartana karena memotong Kavacha tanpa ragu. Pepatah yang dulu seperti Parjanya dalam memberi akan berubah menjadi seperti Karna dalam memberi. Nama Karna akan dikenang selama dunia masih ada. Ketika Radheya bertanya tentang rahasia kelahirannya, siapa ayah dan ibunya, Indra dengan welas asih mengatakan itu adalah rahasia yang dijaga ketat dan belum saatnya diketahui. Indra mengangkat tangan memberkati agar namanya mengharumkan anak cucu dan siapa pun yang mendengar kisah pengorbanannya tidak akan pernah menyimpang dari jalan kebenaran. Angin sejuk bertiup, bumi basah oleh hujan tipis, bunga turun dari langit, dan Indra menghilang setelah merampas hidup Radheya namun memberinya hidup abadi.
Menurutmu mengapa Radheya meminta Sakti justru untuk menyelamatkan nama baik Indra bukan untuk dirinya sendiri?
#mahabharata #mangkok sedekah indra #radheya #karna #vaikartana #indra #brahmana #kavacha #kundala #amrita #sakti #vajra #parjanya #seperti karna dalam memberi #duryodhana #arjuna #krishna #surya #kisah mahabharata #my story